Trump Larang Orang AS Investasi di Perusahaan Terkait Militer China
Jum'at, 13 November 2020 - 07:08 WIB
loading...
Presiden Amerika Serikat Donald John Trump melarang orang-orang Amerika Serikat berinvestasi di puluhan perusahaan yang terkait dengan militer China. Foto/REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump telah menandatangani perintah eksekutif yang melarang orang Amerika Serikat (AS) berinvestasi di puluhan perusahaan yang berbisnis dengan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China .
Perintah eksekutif yang diteken hari Kamis waktu Washington melarang orang Amerika memasukkan uang ke dalam perusahaan yang membantu PLA melakukan modernisasi.
Perintah tersebut melarang pembelian atau investasi dana pasar berkembang yang mencakup perusahaan terkait mulai 11 Januari 2021. Trump memberi perusahaan terkait batas waktu hingga November 2021 untuk melepaskan sepenuhnya dari mereka. (Baca: Media China Sentil Indonesia karena Menentang Klaim China di Laut China Selatan )
Menurut laporan Wall Street Journal, Jumat (13/11/2020) ada 31 perusahaan yang masuk dalam daftar. Bloomberg, secara terpisah, menerbitkan daftar 20 perusahaan terkait pada bulan Juni, yang mencakup perusahaan desain kedirgantaraan, perusahaan pembuatan kapal, perusahaan konstruksi, serta perusahaan teknologi seperti China Mobile Ltd dan China Telecom Corporation.
"Republik Rakyat China (RRC) semakin mengeksploitasi modal Amerika Serikat untuk sumber daya dan untuk memungkinkan pengembangan dan modernisasi militer, intelijen, dan aparat keamanan lainnya, yang terus memungkinkan RRC untuk secara langsung mengancam Tanah Air Amerika Serikat," bunyi perintah eksekutif Trump.
Perintah eksekutif yang diteken hari Kamis waktu Washington melarang orang Amerika memasukkan uang ke dalam perusahaan yang membantu PLA melakukan modernisasi.
Perintah tersebut melarang pembelian atau investasi dana pasar berkembang yang mencakup perusahaan terkait mulai 11 Januari 2021. Trump memberi perusahaan terkait batas waktu hingga November 2021 untuk melepaskan sepenuhnya dari mereka. (Baca: Media China Sentil Indonesia karena Menentang Klaim China di Laut China Selatan )
Menurut laporan Wall Street Journal, Jumat (13/11/2020) ada 31 perusahaan yang masuk dalam daftar. Bloomberg, secara terpisah, menerbitkan daftar 20 perusahaan terkait pada bulan Juni, yang mencakup perusahaan desain kedirgantaraan, perusahaan pembuatan kapal, perusahaan konstruksi, serta perusahaan teknologi seperti China Mobile Ltd dan China Telecom Corporation.
"Republik Rakyat China (RRC) semakin mengeksploitasi modal Amerika Serikat untuk sumber daya dan untuk memungkinkan pengembangan dan modernisasi militer, intelijen, dan aparat keamanan lainnya, yang terus memungkinkan RRC untuk secara langsung mengancam Tanah Air Amerika Serikat," bunyi perintah eksekutif Trump.
Lihat Juga :