Imbas Bom Pemakaman Jeddah, Putra Mahkota Saudi Bersumpah Terapkan 'Tangan Besi'
Jum'at, 13 November 2020 - 06:39 WIB
loading...
A
A
A
Sikap Macron telah memicu protes di beberapa negara, di mana potret presiden Prancis itu dibakar, dan muncul kampanye untuk memboikot produk-produk Prancis.
Arab Saudi—rumah bagi situs-situs paling suci Islam—telah mengkritik kartun tersebut, dengan mengatakan mereka menolak segala upaya untuk menghubungkan Islam dan terorisme.
Dalam pidatonya, Pangeran Mohammad mengatakan dia berharap dunia akan berhenti menyerang simbol-simbol agama di bawah slogan kebebasan berekspresi karena hal itu menciptakan lingkungan yang subur untuk ekstremisme dan terorisme.
Arab Saudi, yang telah lama dituduh mengekspor doktrin Wahhabi yang ultra-konservatif ke seluruh dunia, juga menjadi korban serangan teror dalam negeri.
Pangeran Mohammad, yang berjanji pada tahun 2017 untuk mengembalikan Arab Saudi ke "Islam yang terbuka dan moderat", telah berusaha untuk menarik kembali pengaruh dari lembaga keagamaan ultra-konservatif.
"Ekstremisme tidak lagi ditoleransi di kerajaan Arab Saudi," kata Pangeran Mohammad dalam pidatonya.
Pewaris takhta Saudi ini telah mengekang pengaruh polisi agama yang pernah berkuasa. Dia mengizinkan konser musik dengan pengunjung pria dan perempuan bercampur, bioskop, dan pilihan hiburan lainnya yang menarik bagi mayoritas populasi muda.
Tetapi secara bersamaan, pangeran telah melancarkan tindakan keras terhadap perbedaan pendapat dan kebebasan berbicara dengan menangkap aktivis perempuan, ulama dan jurnalis serta anggota keluarga kerajaan.
Arab Saudi—rumah bagi situs-situs paling suci Islam—telah mengkritik kartun tersebut, dengan mengatakan mereka menolak segala upaya untuk menghubungkan Islam dan terorisme.
Dalam pidatonya, Pangeran Mohammad mengatakan dia berharap dunia akan berhenti menyerang simbol-simbol agama di bawah slogan kebebasan berekspresi karena hal itu menciptakan lingkungan yang subur untuk ekstremisme dan terorisme.
Arab Saudi, yang telah lama dituduh mengekspor doktrin Wahhabi yang ultra-konservatif ke seluruh dunia, juga menjadi korban serangan teror dalam negeri.
Pangeran Mohammad, yang berjanji pada tahun 2017 untuk mengembalikan Arab Saudi ke "Islam yang terbuka dan moderat", telah berusaha untuk menarik kembali pengaruh dari lembaga keagamaan ultra-konservatif.
"Ekstremisme tidak lagi ditoleransi di kerajaan Arab Saudi," kata Pangeran Mohammad dalam pidatonya.
Pewaris takhta Saudi ini telah mengekang pengaruh polisi agama yang pernah berkuasa. Dia mengizinkan konser musik dengan pengunjung pria dan perempuan bercampur, bioskop, dan pilihan hiburan lainnya yang menarik bagi mayoritas populasi muda.
Tetapi secara bersamaan, pangeran telah melancarkan tindakan keras terhadap perbedaan pendapat dan kebebasan berbicara dengan menangkap aktivis perempuan, ulama dan jurnalis serta anggota keluarga kerajaan.
(min)
Lihat Juga :