Terungkap, AS Gunakan Pesawat Sipil Pantau Lepas Pantai China

Jum'at, 13 November 2020 - 05:46 WIB
loading...
A A A
Jenis pesawat lain yang muncul di Okinawa adalah Bombardier Challenger 650 (CL-650), dua di antaranya tiba di Kadena pada 29 Juli dan juga dioperasikan oleh Tenax.

Menurut The Aviationist, dua jet penumpang kecil yang dimodifikasi adalah pesawat intelijen udara, pengawasan dan pengintaian (ISR) berawak pertama Angkatan Darat AS - pekerjaan yang biasanya diserahkan kepada drone. Pesawat yang dimodifikasi ini disebut Airborne Reconnaissance and Targeting Multi-Mission Intelligence System (ARTEMIS), namun jangan disamakan dengan misi bulan berawak NASA yang memiliki nama yang sama.

ARTEMIS mengusung Sistem Deteksi dan Eksploitasi Akurasi Tinggi (HADES), yang menurut Forbes, menggunakan radar "penginderaan dalam" yang kuat untuk melacak target individu di darat dari jarak ratusan mil, yang dapat digunakan oleh Angkatan Darat untuk menargetkan jarak jauh dengan rudal atau artileri.

Namun, setelah tinggal sebentar di Indo-Pasifik, salah satu pesawat ARTEMIS dikirim ke Constanta, Rumania, di mana pesawat tersebut mulai menerbangkan misi mata-mata melintasi Laut Hitam dan melintasi Georgia pada bulan September.

Pesawat ketiga yang dicatat oleh SCSPI adalah pesawat pengintai ketinggian rendah Beechcraft 350 milik Mater Special Aerospace Corporation, kontraktor sipil yang memberikan sinyal intelijen dan pengintaian untuk Komando Operasi Khusus AS.(Baca juga: China Berang Latihan Militernya 'Diintip' Pesawat Mata-mata AS )

Pesawat mata-mata terbang yang dioperasikan oleh kontraktor pertahanan sipil bukanlah hal baru untuk Pentagon: di langit Somalia, L3Harris Technologies dan AEVEX Aerospace telah menerbangkan pesawat De Havilland Canada Dash 8 dan jet bisnis Gulfstream, keduanya dimodifikasi untuk melihat target al-Shabaab untuk Komando Afrika AS.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Trump: Kemampuan Militer...
Trump: Kemampuan Militer Iran Jauh Melemah
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Polri: Frans Antoni...
Polri: Frans Antoni Diduga Otak Cuci Uang Hasil Narkoba Fredy Pratama
Sinopsis The Last Girl...
Sinopsis The Last Girl on the Trafficking List di V+Short, Kisah Olive Terjebak Sindikat Berbahaya
Berita Terkini
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Infografis
AS Mulai Bagikan Info...
AS Mulai Bagikan Info Intel Ruang Angkasa Sensitif China-Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved