Pandemi Covid-19 Belum Usai, Inggris Dilanda Wabah Flu Burung
Jum'at, 13 November 2020 - 05:23 WIB
loading...
A
A
A
Tindakan tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran flu burung dan dilakukan setelah perintah yang dikeluarkan oleh pemerintah Belanda untuk memusnahkan lebih dari 250.000 ayam setelah strain penyakit terdeteksi pada unggas dan burung liar.
Belanda, Jerman, Irlandia dan Inggris telah melaporkan semua jenis flu burung pada minggu lalu, dengan Denmark juga melaporkan kasus yang sama pada November dan Rusia pada Oktober.(Baca juga: Terinfeksi Covid-19, Presiden Ukraina Dilarikan ke Rumah Sakit )
Wabah flu burung yang sangat menular ini terjadi saat Inggris berjuang untuk mengendalikan gelombang kedua pandemi Covid-19. Negeri Ratu Elizabeth itu baru saja mencatat rekor untuk kasus harian Covid-19 yang mencapai 33.470 kasus seperti dikutip dari Reuters.
Inggris juga menjadi negara dengan angka kematian akibat Covid-19 tertinggi di Eropa. Jumlah orang yang tewas akibat virus Corona mereka hanya kalah dari Amerika Serikat, Brasil, India, dan Meksiko.
Jumlah infeksi virus Corona baru itu meningkat tajam pada bulan Oktober dengan dua kali lipat jumlah kasus yang dilaporkan pada akhir bulan dibandingkan pada awal jelang diberlakukannya kembali penguncian nasional terbaru, menurut sebuah penelitian pada hari Kamis.(Baca juga: Rusia Siap Kerjasama Produksi Vaksin Covid-19 dengan Indonesia )
Belanda, Jerman, Irlandia dan Inggris telah melaporkan semua jenis flu burung pada minggu lalu, dengan Denmark juga melaporkan kasus yang sama pada November dan Rusia pada Oktober.(Baca juga: Terinfeksi Covid-19, Presiden Ukraina Dilarikan ke Rumah Sakit )
Wabah flu burung yang sangat menular ini terjadi saat Inggris berjuang untuk mengendalikan gelombang kedua pandemi Covid-19. Negeri Ratu Elizabeth itu baru saja mencatat rekor untuk kasus harian Covid-19 yang mencapai 33.470 kasus seperti dikutip dari Reuters.
Inggris juga menjadi negara dengan angka kematian akibat Covid-19 tertinggi di Eropa. Jumlah orang yang tewas akibat virus Corona mereka hanya kalah dari Amerika Serikat, Brasil, India, dan Meksiko.
Jumlah infeksi virus Corona baru itu meningkat tajam pada bulan Oktober dengan dua kali lipat jumlah kasus yang dilaporkan pada akhir bulan dibandingkan pada awal jelang diberlakukannya kembali penguncian nasional terbaru, menurut sebuah penelitian pada hari Kamis.(Baca juga: Rusia Siap Kerjasama Produksi Vaksin Covid-19 dengan Indonesia )
(ber)
Lihat Juga :