Rusia Belum Berencana Kontak Biden
Rabu, 11 November 2020 - 19:47 WIB
loading...
A
A
A
Ryabkov mengatakan sejauh ini tidak ada kemajuan dalam memperpanjang perjanjian New START, perjanjian nuklir besar terakhir antara Rusia dan AS. Pemerintahan Trump telah menolak tawaran Rusia untuk memperpanjang perjanjian, yang berakhir pada Februari, dalam 12 bulan. Biden telah menyatakan kesediaannya untuk memperpanjangnya selama 5 tahun seperti yang diizinkan berdasarkan perjanjian yang ditandatangani pada 2010 lalu itu.
Sebelumnya Kremlin pada awal pekan ini mengatakan Presiden Vladimir Putin tidak akan memberi selamat kepada Biden sampai semua tantangan hukum oleh Trump berakhir dan Demokrat secara resmi dinyatakan sebagai pemenang. Putin adalah salah satu dari sedikit pemimpin yang belum mengakui Biden sebagai kepala negara AS berikutnya, bersama dengan Presiden China Xi Jinping.(Baca juga: China dan Rusia Masih Belum Beri Ucapan Selamat pada Biden, Ada Apa? )
Rusia, yang dituduh oleh badan intelijen AS melakukan intervensi pada tahun 2016 untuk membantu Trump terpilih, telah mewaspadai Biden, khawatir akan peningkatan tekanan sanksi dan bentrokan atas hak asasi manusia dan ruang pasca-Soviet. Namun, Moskow dapat menganggap Biden lebih mudah untuk terlibat dalam beberapa masalah termasuk pengendalian senjata, perubahan iklim dan program nuklir Iran, kata para analis yang dekat dengan Kremlin.(Baca juga: Ini Alasan Rusia Belum Berkomentar Soal Hasil Pilpres AS )
Sebelumnya Kremlin pada awal pekan ini mengatakan Presiden Vladimir Putin tidak akan memberi selamat kepada Biden sampai semua tantangan hukum oleh Trump berakhir dan Demokrat secara resmi dinyatakan sebagai pemenang. Putin adalah salah satu dari sedikit pemimpin yang belum mengakui Biden sebagai kepala negara AS berikutnya, bersama dengan Presiden China Xi Jinping.(Baca juga: China dan Rusia Masih Belum Beri Ucapan Selamat pada Biden, Ada Apa? )
Rusia, yang dituduh oleh badan intelijen AS melakukan intervensi pada tahun 2016 untuk membantu Trump terpilih, telah mewaspadai Biden, khawatir akan peningkatan tekanan sanksi dan bentrokan atas hak asasi manusia dan ruang pasca-Soviet. Namun, Moskow dapat menganggap Biden lebih mudah untuk terlibat dalam beberapa masalah termasuk pengendalian senjata, perubahan iklim dan program nuklir Iran, kata para analis yang dekat dengan Kremlin.(Baca juga: Ini Alasan Rusia Belum Berkomentar Soal Hasil Pilpres AS )
(ber)
Lihat Juga :