Ini Alasan Rusia Belum Berkomentar Soal Hasil Pilpres AS

Senin, 09 November 2020 - 22:05 WIB
loading...
Ini Alasan Rusia Belum...
Moskow mengatakan, alasan mereka belum berkomentar soal pemilu AS, karena mereka menunggu hingga proses hukum yang membayangi pemilu AS usai. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Rusia adalah satu dari sedikit negara yang belum memberikan pernyataan atas hasil pemilihan umum (pemilu) Amerika Serikat (AS). Moskow mengatakan, alasan mereka belum berkomentar, karena mereka menunggu hingga proses hukum yang membayangi pemilu AS usai.

Presiden Rusia, Vladimir Putin menjadi sorotan karena belum memberikan ucapan selamat kepada Joe Biden. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan, Moskow menganggap lebih baik menunggu hasil resmi sebelum membuat komentar. ( Baca juga: Biden Presiden Terpilih AS: Raja Salman, Putin hingga Erdogan Bungkam )

"Meski demikian, Putin telah berulang kali mengatakan bahwa dia siap untuk bekerja dengan pemimpin AS mana pun dan bahwa Rusia berharap dapat menjalin dialog dengan pemerintahan baru AS, dan menemukan cara untuk menormalkan hubungan," ucap Peskov, seperti dilansir Reuters pada Senin (9/11/2020).

Selain Putin, Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador juga belum mengucapkan selamat kepada Biden, dengan alasan yang sama. ( Baca juga: Joe Biden Menang Pilpres AS 2020, Airlangga: Indonesia Butuh Ketenangan )

"Itu masalah rasa hormat dan kesusilaan politik. Kami akan menunggu semua masalah hukum yang tertunda diselesaikan. Kami tidak ingin sembrono. Kita harus menghormati otonomi negara lain," ucap Obrador.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
Road to Kilau Raya Hadir...
Road to Kilau Raya Hadir di Kota Mojokerto, Siapkan Pesta Rakyat Penuh Kemeriahan
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipaksakan: Kezaliman yang Nyata
Kantor Imigrasi Denpasar...
Kantor Imigrasi Denpasar dan 2 Lokasi Lainnya Digeledah KPK, Bukti Elektronik hingga Dokumen Disita
Berita Terkini
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved