Kematian Relawan Vaksin Covid-19 China di Brazil Dinyatakan Kasus Bunuh Diri

Rabu, 11 November 2020 - 02:59 WIB
loading...
Kematian Relawan Vaksin...
Kandidat vaksin Covid-19. Foto/REUTERS
A A A
SAO PAULO - Regulator kesehatan Brazil menangguhkan atau menghentikan sementara uji klinis vaksin virus corona baru (Covid-19) Sinovac China setelah kematian seorang relawan. Kematian relawan itu dinyatakan sebagai kasus bunuh diri dan saat ini sedang diselidiki.

Penangguhan uji klinis vakin Covid-19 Sinovac disambut gembira Presiden Jair Bolsonaro, yang telah berulang kali mengkritik kredibilitas vaksin dan mengatakan vaksin itu tidak akan dibeli oleh negaranya.

Regulator kesehatan Brazil, Anvisa, menangguhkan uji klinis vaksin pada Senin malam dengan mengatakan penangguhansudah dimulai sejak29 Oktober. (Baca: Tes Vaksin Covid-19 Buatan China Sinovac Dihentikan di Brazil )

Seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Reuters yang dilansir Rabu (11/11/2020) bahwa insiden yang menyebabkan penangguhan itu adalah bunuh diri. Pemerintah negara bagian Sao Paulo, tempat uji klinis itu dijalankan, kemudian mengonfirmasi bahwa kematian seorang relawan telah terdaftar sebagai bunuh diri dan sedang diselidiki lebih lanjut.

Pada Selasa malam, Anvisa mengatakan akan mempertahankan penangguhan uji klinis vaksin dan tidak memberikan indikasi berapa lama itu akan berlangsung. Anvisa menepis indikasi bahwa langkah itu bermotif politik, dengan mengatakan keputusan itu murni teknis.

Penyelenggara uji klinis vaksin mengkritik keputusan Anvisa, dengan mengatakan bahwa mereka belum diberitahu sebelumnya dan tidak ada alasan untuk menghentikan uji klinis.

Meskipun seorang relawan uji klinis telah meninggal, itu tidak ada hubungannya dengan vaksin tersebut. Demikian disampaikan Jean Gorinchteyn, Menteri Kesehatan untuk negara bagian Sao Paulo, pada konferensi pers pada hari Selasa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Presiden Jerman Akan...
Presiden Jerman Akan Kunjungi Jakarta 15 Juni, Boyong Delegasi Bisnis dan Peneliti
Putri Bajrakitiyabha...
Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia, Thailand Umumkan Masa Berkabung Nasional
Rekomendasi
Harga BYD M6 DM Dirilis:...
Harga BYD M6 DM Dirilis: Mulai Rp298 Juta, Klaim Irit 65 Km/Liter Setara Motor Matic
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved