Kongres Pecat Presiden, Peru Terseret Badai Krisis Politik
Selasa, 10 November 2020 - 13:09 WIB
loading...
Presiden Peru Martin Vizcarra. Foto/REUTERS
A
A
A
LIMA - Kongres Peru memecat Presiden Martin Vizcarra dalam voting pemakzulan terkait tuduhan korupsi. Badai krisis politik pun melanda negeri itu.
Vizcarra mengatakan dia akan menerima hasil voting Kongres dan tidak akan mengambil tindakan hukum untuk melawannya.
“Hari ini saya akan meninggalkan istana presiden. Hari ini saya akan pulang,” ujar Vizcarra dalam pidatonya pada Senin (9/11) malam. Dia dikelilingi anggota kabinetnya di halaman kediaman presiden di pusat kota Lima.
Ketua Kongres Manuel Merino diperkirakan mengambil alih kursi kepresidenan pada Selasa dan tetap menjabat hingga akhir Juli 2021, saat masa jabatan Vizcarra seharusnya berakhir. (Baca Juga: Trump Pecat Menhan setelah Kalah Pemilu dan Perselisihan)
Merino menyeru rakyat tetap tenang setelah voting itu. Dia meyakinkan warga Peru bahwa pemilu presiden 11 April akan berjalan sesuai rencana. (Lihat Infografis: Tujuh Kebijakan Ekonomi yang Akan Diambil Joe Biden)
Vizcarra mengatakan dia akan menerima hasil voting Kongres dan tidak akan mengambil tindakan hukum untuk melawannya.
“Hari ini saya akan meninggalkan istana presiden. Hari ini saya akan pulang,” ujar Vizcarra dalam pidatonya pada Senin (9/11) malam. Dia dikelilingi anggota kabinetnya di halaman kediaman presiden di pusat kota Lima.
Ketua Kongres Manuel Merino diperkirakan mengambil alih kursi kepresidenan pada Selasa dan tetap menjabat hingga akhir Juli 2021, saat masa jabatan Vizcarra seharusnya berakhir. (Baca Juga: Trump Pecat Menhan setelah Kalah Pemilu dan Perselisihan)
Merino menyeru rakyat tetap tenang setelah voting itu. Dia meyakinkan warga Peru bahwa pemilu presiden 11 April akan berjalan sesuai rencana. (Lihat Infografis: Tujuh Kebijakan Ekonomi yang Akan Diambil Joe Biden)
Lihat Juga :