Australia: AS Selalu Diperkenankan Kembali ke Perjanjian Iklim Paris
Selasa, 10 November 2020 - 00:34 WIB
loading...
Perdana Menteri Australia, Scott Morrison mengatakan, Canberra akan menyambut Amerika Serikat (AS), jika mereka memutuskan kembali ke Perjanjian Iklim Paris. Foto/REUTERS
A
A
A
CANBERRA - Perdana Menteri Australia , Scott Morrison mengatakan, Canberra akan menyambut Amerika Serikat (AS) , jika mereka memutuskan kembali ke Perjanjian Iklim Paris. Joe Biden dilaporkan berencana kembali membawa AS ke dalam perjanjian tersebut.
"Kami akan menyambut AS jika mereka kembali ke Perjanjian Iklim Paris, di tempat yang seharusnya kita berada," kata Morrison dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (10/11/2020).
Morrison, yang telah mengucapkan selamat kepada Biden atas proyeksi kemenangan dalam pemilihan umum AS, kemudian mengatakan bahwa Australia telah memenuhi target Kyoto dan akan melakukan hal yang sama dalam hal komitmen terhadap Perjanjian Iklim Paris.
"Australia akan selalu menetapkan kebijakannya berdasarkan kepentingan nasional Australia dan kontribusi yang kami berikan di bidang ini," ungkapnya. ( Baca juga: Diam-diam Australia Siap Jualan Mobil Listrik Buatan Sendiri )
Kesepakatan iklim Paris, yang mulai berlaku pada 4 November 2016, bertujuan untuk menjaga kenaikan suhu rata-rata global di bawah 2 derajat Celcius (3,6 derajat Fahrenheit) di atas tingkat pra-industri dengan mengurangi emisi gas rumah kaca.
Seperti diketahui, pekan lalu pemerintahan Donald Trump secara resmi menarik diri dari kesepakatan Paris. Biden, yang dinyatakan sebagai pemenang pemilihan berdasarkan hitung cepat, telah berjanji bahwa dia akan bergabung kembali dengan kesepakatan tersebut dan memimpin AS menuju netralitas karbon pada tahun 2050.
Pernyataan Biden telah berkontribusi pada tekanan pada pemerintah Australia untuk mendorong upaya mengekang emisi karbon dan berkomitmen pada netralitas karbon pada pertengahan abad ini. ( Baca juga: Kekuasaan Trump Tinggal 73 Hari, Ini Wewenang Tanpa Batasnya )
"Kami akan menyambut AS jika mereka kembali ke Perjanjian Iklim Paris, di tempat yang seharusnya kita berada," kata Morrison dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (10/11/2020).
Morrison, yang telah mengucapkan selamat kepada Biden atas proyeksi kemenangan dalam pemilihan umum AS, kemudian mengatakan bahwa Australia telah memenuhi target Kyoto dan akan melakukan hal yang sama dalam hal komitmen terhadap Perjanjian Iklim Paris.
"Australia akan selalu menetapkan kebijakannya berdasarkan kepentingan nasional Australia dan kontribusi yang kami berikan di bidang ini," ungkapnya. ( Baca juga: Diam-diam Australia Siap Jualan Mobil Listrik Buatan Sendiri )
Kesepakatan iklim Paris, yang mulai berlaku pada 4 November 2016, bertujuan untuk menjaga kenaikan suhu rata-rata global di bawah 2 derajat Celcius (3,6 derajat Fahrenheit) di atas tingkat pra-industri dengan mengurangi emisi gas rumah kaca.
Seperti diketahui, pekan lalu pemerintahan Donald Trump secara resmi menarik diri dari kesepakatan Paris. Biden, yang dinyatakan sebagai pemenang pemilihan berdasarkan hitung cepat, telah berjanji bahwa dia akan bergabung kembali dengan kesepakatan tersebut dan memimpin AS menuju netralitas karbon pada tahun 2050.
Pernyataan Biden telah berkontribusi pada tekanan pada pemerintah Australia untuk mendorong upaya mengekang emisi karbon dan berkomitmen pada netralitas karbon pada pertengahan abad ini. ( Baca juga: Kekuasaan Trump Tinggal 73 Hari, Ini Wewenang Tanpa Batasnya )
(esn)
Lihat Juga :