Wapres Wanita AS Pertama, Harris: Bermimpilah dengan Ambisi
Minggu, 08 November 2020 - 11:30 WIB
loading...
A
A
A
"Dan aku berdiri di atas bahu mereka," imbuh Harris yang mengenakan setelan celana putih — pakaian yang telah menjadi identik dengan gerakan hak pilih wanita dan dikenakan oleh pendukung Hillary Clinton selama beberapa tahun terakhir setelah kekalahannya dari Presiden Donald Trump dalam pemilihan presiden 2016 lalu.
"Dan betapa karakter Joe membuktikan bahwa ia memiliki keberanian untuk mendobrak salah satu penghalang paling substansial yang ada di negara kita dan memilih seorang wanita sebagai wakil presidennya," ujarnya dalam pidato yang dia sampaikan sebelum memperkenalkan Joe Biden ke panggung.
Selain mendobrak penghalang gender untuk wakil presiden, Harris juga membuat sejarah sebagai orang Amerika Hitam pertama dan orang Amerika Asia Selatan pertama yang terpilih untuk menjabat orang nomor dua di negara itu. Pidatonya mengakui pencapaian tersebut melalui penyebutan Amandemen ke-19 dan Undang-Undang Hak Pilih — dan meskipun dia merayakan perlombaan pencetak sejarah negara, dia juga memiliki pesan untuk anak perempuan dan wanita yang bercita-cita untuk berkarir di politik.
"Meskipun saya mungkin wanita pertama di kantor ini, saya tidak akan menjadi yang terakhir," cetus Harris.
"Dan betapa karakter Joe membuktikan bahwa ia memiliki keberanian untuk mendobrak salah satu penghalang paling substansial yang ada di negara kita dan memilih seorang wanita sebagai wakil presidennya," ujarnya dalam pidato yang dia sampaikan sebelum memperkenalkan Joe Biden ke panggung.
Selain mendobrak penghalang gender untuk wakil presiden, Harris juga membuat sejarah sebagai orang Amerika Hitam pertama dan orang Amerika Asia Selatan pertama yang terpilih untuk menjabat orang nomor dua di negara itu. Pidatonya mengakui pencapaian tersebut melalui penyebutan Amandemen ke-19 dan Undang-Undang Hak Pilih — dan meskipun dia merayakan perlombaan pencetak sejarah negara, dia juga memiliki pesan untuk anak perempuan dan wanita yang bercita-cita untuk berkarir di politik.
"Meskipun saya mungkin wanita pertama di kantor ini, saya tidak akan menjadi yang terakhir," cetus Harris.
Lihat Juga :