Kamala Harris Wujudkan Politik Mimpi Orang Amerika
Minggu, 08 November 2020 - 08:13 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai perempuan keturunan kulit hitam dan India yang bertarung di ranah mayoritas kulit putih, petualangan Harris menuju Gedung Putih merupakan suatu yang patut dibanggakan. Pemilih AS pun mendukungnya.
Harris yang lahir di Oakland, California pada 1964, dibesarkan dengan nuansa aktivisme hak-hak sipil oleh orang tuanya. Ibunya, Shyamala Gopalan Harris, merupakan imigran India, yang dikenal sebagai peneliti kanker payudara dan telah meninggal pada 2009 silam. Ayahnya, Donald Harris merupakan seorang profesor ekonomi keturunan Jamaika. Harris kerap bercerita kalau kedua orangnya kerap ikut berkampanye memperjuangkan hak-hak sipil.
Harris yang tumbuh besar di Bay Area juga kerap berkunjung ke India untuk bersilaturahmi dengan keluarga besarnya. Saat berkampanye, dia kerap berbicara tentang kedepakatnnya dengan ibunya. “Ibu saya membesarkan saya dan adiknya, dia sangat tangguh,” puji Harris. (Baca juga: Doa Buat Harris Digelar di Desa Leluhur di India, untuk Trump di Delhi )
Setelah lulus dari Howard pada 1986, dia melanjutkan kuliah hukum di Universitas California pada 1989. Dia bergabung sebagai jaksa penuntut di kawasan Alameda. Dari sana, dia pun masuk ke dunia politik. Hingga pada 2003, Harris menjabat sebagai jaksa distrik San Francisco dan menjadi perempuan kulit hitam pertama yang menjabat posisi tersebut di California. Pada 2010, dia menjadi perempuan kulit hitam pertama sebagai jaksa agung California. Pada 2016, dia menjadi perempuan kedua yang terpilih sebagai senator AS.
Banyaknya tembok penghalang selama kampanye pemilu presiden, Harris selalu mengatakan bahwa “lihat apa yang tidak terbebani oleh apa yang telah terjadi”. Itu karena dirinya ingin melampui batas gender dan ras. Meskipun kehadirannya tidak bisa dilepaskan dari hal tersebut.
Namun, perjuangan Harris tidak hanya akan berhenti. Tugas beratnya adalah membuka pintu bagi perempuan dan gadis muda AS untuk mengikuti jejaknya. Seperti pesan ibunda Harris kepada Harris: “Kamala, kamu mungkin menjadi pertama yang melakukan banyak hal, tetapi kamu bukan yang teakhir.”
Pemain Kunci Tim Kampanye Biden
Harris yang lahir di Oakland, California pada 1964, dibesarkan dengan nuansa aktivisme hak-hak sipil oleh orang tuanya. Ibunya, Shyamala Gopalan Harris, merupakan imigran India, yang dikenal sebagai peneliti kanker payudara dan telah meninggal pada 2009 silam. Ayahnya, Donald Harris merupakan seorang profesor ekonomi keturunan Jamaika. Harris kerap bercerita kalau kedua orangnya kerap ikut berkampanye memperjuangkan hak-hak sipil.
Harris yang tumbuh besar di Bay Area juga kerap berkunjung ke India untuk bersilaturahmi dengan keluarga besarnya. Saat berkampanye, dia kerap berbicara tentang kedepakatnnya dengan ibunya. “Ibu saya membesarkan saya dan adiknya, dia sangat tangguh,” puji Harris. (Baca juga: Doa Buat Harris Digelar di Desa Leluhur di India, untuk Trump di Delhi )
Setelah lulus dari Howard pada 1986, dia melanjutkan kuliah hukum di Universitas California pada 1989. Dia bergabung sebagai jaksa penuntut di kawasan Alameda. Dari sana, dia pun masuk ke dunia politik. Hingga pada 2003, Harris menjabat sebagai jaksa distrik San Francisco dan menjadi perempuan kulit hitam pertama yang menjabat posisi tersebut di California. Pada 2010, dia menjadi perempuan kulit hitam pertama sebagai jaksa agung California. Pada 2016, dia menjadi perempuan kedua yang terpilih sebagai senator AS.
Banyaknya tembok penghalang selama kampanye pemilu presiden, Harris selalu mengatakan bahwa “lihat apa yang tidak terbebani oleh apa yang telah terjadi”. Itu karena dirinya ingin melampui batas gender dan ras. Meskipun kehadirannya tidak bisa dilepaskan dari hal tersebut.
Namun, perjuangan Harris tidak hanya akan berhenti. Tugas beratnya adalah membuka pintu bagi perempuan dan gadis muda AS untuk mengikuti jejaknya. Seperti pesan ibunda Harris kepada Harris: “Kamala, kamu mungkin menjadi pertama yang melakukan banyak hal, tetapi kamu bukan yang teakhir.”
Pemain Kunci Tim Kampanye Biden
Lihat Juga :