Imbas Serangan Teror Wina, Austria Tutup Dua Masjid
Sabtu, 07 November 2020 - 14:18 WIB
loading...
Para polisi bersenjata di siaga di Schwedenplatz Square di Wina, Austria, saat serangan teror mengguncang beberapa lokasi di kota itu, Senin (2/11/2020). Foto/REUTERS/Lisi Niesner
A
A
A
WINA - Pemerintah Austria telah memerintahkan penutupan dua masjid di ibu kota setempat, Wina. Dua masjid itu diperintahkan ditutup karena sering dikunjungi oleh tersangka teroris yang menembak mati empat orang di pusat kota awal pekan ini.
Penembakan pada hari Senin lalu adalah serangan teror besar pertama di Austria dalam beberapa dekade. Pelaku serangan yang diidentifikasi sebagai Kujtim Fejzulai, 20, telah dibunuh oleh polisi.
"Kantor urusan agama pemerintah telah diberitahu oleh Kementerian Dalam Negeri bahwa penyerang (hari) Senin, sejak dibebaskan dari penjara, telah berulang kali mengunjungi dua masjid Wina," kata Menteri Integrasi Susanne Raab pada konferensi pers seperti dikutip AFP, Sabtu (7/11/2020). (Baca: Austria Akan Tutup Masjid 'Radikal' setelah Serangan Teror Wina )
Kedua masjid berada di pinggiran barat Wina. Keduanya adalah Masjid Melit Ibrahim di distrik Ottakring dan Masjid Tewhid di daerah Meidling.
"Badan intelijen, BVT, memberi tahu kami bahwa kunjungan ke masjid-masjid ini meningkatkan radikalisasi penyerang," kata Raab.
Penembakan pada hari Senin lalu adalah serangan teror besar pertama di Austria dalam beberapa dekade. Pelaku serangan yang diidentifikasi sebagai Kujtim Fejzulai, 20, telah dibunuh oleh polisi.
"Kantor urusan agama pemerintah telah diberitahu oleh Kementerian Dalam Negeri bahwa penyerang (hari) Senin, sejak dibebaskan dari penjara, telah berulang kali mengunjungi dua masjid Wina," kata Menteri Integrasi Susanne Raab pada konferensi pers seperti dikutip AFP, Sabtu (7/11/2020). (Baca: Austria Akan Tutup Masjid 'Radikal' setelah Serangan Teror Wina )
Kedua masjid berada di pinggiran barat Wina. Keduanya adalah Masjid Melit Ibrahim di distrik Ottakring dan Masjid Tewhid di daerah Meidling.
"Badan intelijen, BVT, memberi tahu kami bahwa kunjungan ke masjid-masjid ini meningkatkan radikalisasi penyerang," kata Raab.
Lihat Juga :