Serukan Perang Total karena Panik Hasil Pilpres AS, Trump Jr Dinilai Sembrono

Sabtu, 07 November 2020 - 10:33 WIB
loading...
A A A
"Mengapa mereka menentang menemukan potensi penipuan?," imbuh putra presiden Trump.

Putra tertua presiden, yang telah mendorong teori konspirasi di Twitter di masa lalu, dengan cepat dikecam karena seruannya untuk "perang total" yang dicap "sembrono".

“Sayangnya, tidak ada seorang pun di pihak GOP (pemerintah)—setidaknya tidak ada seorang pun yang memiliki pengaruh—memiliki ketabahan untuk memberi tahu Don Jr untuk mengontrol," tulis jurnalis Sam Stein dalam tweet-nya.

"Menyerukan 'perang total' adalah lebih dari sembrono. Dan seseorang harus mencoba dan mematikannya," lanjut dia.

"Ketika pendukung Anda membeli senjata, dan muncul pada penghitungan suara dengan senjata, banyak yang akan menolak hasutan untuk melakukan kekerasan dengan mendesak 'perang total atas pemilihan ini'," tulis jurnalis politik, Mehdi Hasan, dalam sebuah tweet, merujuk pada sebuah insiden baru-baru ini di mana para pendukung Trump yang bersenjatakan senjata api berkerumun di luar gedung tempat penghitungan suara.

Pejabat di Maricopa County, Arizona, terpaksa menutup fasilitas tersebut dari media dan publik karena masalah keamanan setelah pendukung Trump, banyak dari mereka bersenjata, berkumpul di luar gedung.

Sementara itu, di Clark County, Nevada, pencatat pemilih Joe Gloria mengatakan dia prihatin dengan keselamatan stafnya saat pengunjuk rasa berkumpul di luar gedung penghitungan pemilihan di sana pada hari Rabu lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
Perang di Iran Telah...
Perang di Iran Telah Telan Biaya Rp671 Triliun, Menhan AS Minta Dana Tambahan
Walkot New York Mamdani...
Walkot New York Mamdani Sebut Netanyahu Arsitek Genosida, Desak AS Tangkap
Rekomendasi
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved