Surat Suara via Pos Jadi Penolong untuk Biden
Sabtu, 07 November 2020 - 06:33 WIB
loading...
A
A
A
Rendahnya praktik demokrasi itu wajar karena pemilu AS identik dengan polarisasi di antara dua kubu, yakni Demokrat dan Republik. Ideologi liberal, sosialisme serta konservatif berhadapan dengan nasionalisme kanan. Pertarungan dua kandidat bukan hanya menyangkut kepentingan partai, tetapi juga masa depan kelompok yang saling bertarung.
Tim kampanye Trump juga harus menanggung malu karena hakim di Georgia dan Michigan menolak gugatan hukum mereka. Sejauh ini gugatan hukum yang dikabulkan adalah di Pennsylvania dengan menetapkan pengawas pemilihan boleh berdiri lebih dekat dengan titik penghitungan suara. Seorang hakim federal menolak permintaan tim kampanye Trump untuk menghentikan penghitungan suara pilpres di Philadelphia selama pengamat dari Partai Republik tidak hadir. (Baca juga: Kampanye Tatap Muka Meningkat, Kampanye Daring Turun)
Para pakar hukum menyatakan kasus yang diajukan ke pengadilan tidak memiliki pengaruh pada hasil pemilu. Penasihat hukum tim kampanye Biden, Bob Bauer, mengatakan gugatan itu sebagai bagian kampanye misinformasi lebih luas.
Dalam pandangan Steven Mulroy, pakar hukum pemilu dari Universitas Memphis, pertarungan pemilu presiden ini tidak akan diputuskan Mahkamah Agung. Dia mengatakan kasus Florida pada era Bush vs Gore pada 2000 tidak akan terulang di Pennsylvania. "Langkah Trump menjegal kemajuan Biden melalui proses hukum sebagai tembakan panjang yang tak perlu banyak dipertanyakan," katanya seperti dilansir The Conversation.
Sementara itu demonstrasi sebagai bentuk protes kian menjadi ciri pada pemilu presiden 2020 baik sebelum atau sesudahnya. Para pendukung Trump mulai menggelar aksi demonstrasi sejak Kamis malam karena menganggap pemilu telah dicurangi. Mereka juga kerap bentrok dengan para pengunjuk rasa pendukung Biden yang menuntut penghitungan suara terus dilanjutkan. (Lihat videonya: Pemda DKI Jakarta Berencana Perpanjang PSBB Transisi)
Di Arizona, satu dari negara bagian yang menjadi pusat pertarungan antara Trump dan Biden, para pendukung Trump memasuki pusat Departemen Pemilu Maricopa di Phoenix. Banyak pendukung Biden juga ikut beraksi di sana. Seorang pria membawa foto presiden dengan bendera babi Nazi ketika aktivis sayap kanan Alex Jones sedang berorasi. Polisi mengintervensi aksi tersebut karena tidak ingin hal itu memicu kerusuhan. (Andika H Mustaqim)
Tim kampanye Trump juga harus menanggung malu karena hakim di Georgia dan Michigan menolak gugatan hukum mereka. Sejauh ini gugatan hukum yang dikabulkan adalah di Pennsylvania dengan menetapkan pengawas pemilihan boleh berdiri lebih dekat dengan titik penghitungan suara. Seorang hakim federal menolak permintaan tim kampanye Trump untuk menghentikan penghitungan suara pilpres di Philadelphia selama pengamat dari Partai Republik tidak hadir. (Baca juga: Kampanye Tatap Muka Meningkat, Kampanye Daring Turun)
Para pakar hukum menyatakan kasus yang diajukan ke pengadilan tidak memiliki pengaruh pada hasil pemilu. Penasihat hukum tim kampanye Biden, Bob Bauer, mengatakan gugatan itu sebagai bagian kampanye misinformasi lebih luas.
Dalam pandangan Steven Mulroy, pakar hukum pemilu dari Universitas Memphis, pertarungan pemilu presiden ini tidak akan diputuskan Mahkamah Agung. Dia mengatakan kasus Florida pada era Bush vs Gore pada 2000 tidak akan terulang di Pennsylvania. "Langkah Trump menjegal kemajuan Biden melalui proses hukum sebagai tembakan panjang yang tak perlu banyak dipertanyakan," katanya seperti dilansir The Conversation.
Sementara itu demonstrasi sebagai bentuk protes kian menjadi ciri pada pemilu presiden 2020 baik sebelum atau sesudahnya. Para pendukung Trump mulai menggelar aksi demonstrasi sejak Kamis malam karena menganggap pemilu telah dicurangi. Mereka juga kerap bentrok dengan para pengunjuk rasa pendukung Biden yang menuntut penghitungan suara terus dilanjutkan. (Lihat videonya: Pemda DKI Jakarta Berencana Perpanjang PSBB Transisi)
Di Arizona, satu dari negara bagian yang menjadi pusat pertarungan antara Trump dan Biden, para pendukung Trump memasuki pusat Departemen Pemilu Maricopa di Phoenix. Banyak pendukung Biden juga ikut beraksi di sana. Seorang pria membawa foto presiden dengan bendera babi Nazi ketika aktivis sayap kanan Alex Jones sedang berorasi. Polisi mengintervensi aksi tersebut karena tidak ingin hal itu memicu kerusuhan. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Lihat Juga :