Usai Serangan Teror Wina, Kanselir Kurz Sebut Politik Islam Berbahaya
Jum'at, 06 November 2020 - 10:17 WIB
loading...
A
A
A
Pemimpin Austria itu mengatakan bahwa dia telah melakukan kontak dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan banyak pemimpin pemerintah lainnya. "Sehingga kami dapat berkoordinasi lebih erat di dalam Uni Eropa," ujarnya. (Baca: Giliran Serangan Teror Guncang Wina, Macrcon Shock dan Ancam Musuh )
Austria akan menempatkan masalah tersebut dalam agenda KTT Uni Eropa mendatang.
Kelompok ISIS—yang telah mengklaim banyak serangan di Eropa—mengatakan pada Selasa bahwa seorang "tentara kekhalifahan" bertanggung jawab atas pembantaian di Wina. Klaim itu disampaikan melalui media propagandanya.
Polisi telah menembak mati pria bersenjata itu dan kemudian menggerebek 18 alamat yang berbeda. Polisi juga melakukan 14 penangkapan saat mereka mencari kemungkinan kaki tangan pelaku serangan dan berusaha untuk menentukan apakah pelaku bertindak sendiri atau tidak.
Polisi menyebut pria bersenjata itu sebagai Kujtim Fejzulai, dengan kewarganegaraan Makedonia Utara dan Austria, yang digambarkan sebagai simpatisan ISIS berusia 20 tahun yang pernah mendekam di penjara.
Austria akan menempatkan masalah tersebut dalam agenda KTT Uni Eropa mendatang.
Kelompok ISIS—yang telah mengklaim banyak serangan di Eropa—mengatakan pada Selasa bahwa seorang "tentara kekhalifahan" bertanggung jawab atas pembantaian di Wina. Klaim itu disampaikan melalui media propagandanya.
Polisi telah menembak mati pria bersenjata itu dan kemudian menggerebek 18 alamat yang berbeda. Polisi juga melakukan 14 penangkapan saat mereka mencari kemungkinan kaki tangan pelaku serangan dan berusaha untuk menentukan apakah pelaku bertindak sendiri atau tidak.
Polisi menyebut pria bersenjata itu sebagai Kujtim Fejzulai, dengan kewarganegaraan Makedonia Utara dan Austria, yang digambarkan sebagai simpatisan ISIS berusia 20 tahun yang pernah mendekam di penjara.
Lihat Juga :