Dunia Terpaku pada TV Menanti Biden atau Trump Pemenang Pilpres AS

Jum'at, 06 November 2020 - 06:19 WIB
loading...
Dunia Terpaku pada TV...
Tayangan debat final capres Amerika Serikat antara Donald Trump melawan Joe Biden. Foto/Sputnik / Yuki Iwamura
A A A
WASHINGTON - Bukan hanya orang Amerika Serikat (AS) yang tergantung di ujung kursi mereka ketika menunggu berita pasti tentang siapa yang akan menjadi presiden mereka berikutnya— Donald Trump atau Joe Biden .

Richard Mason, seorang penulis dan filantropis kelahiran Afrika Selatan yang tinggal di Inggris, adalah salah satu dari banyak orang di seluruh dunia yang terpesona oleh drama politik yang diputar di Amerika Serikat. (Baca: Hasil Electoral Votes Pilpres AS: Biden 264, Trump 214 )

"Setiap orang yang saya kenal benar-benar terpaku pada perangkat TV mereka," katanya kepada Fox News,yang dilansir Jumat (6/11/2020). "Kami tahu lebih banyak tentang Electoral College, aturan pemungutan suara negara bagian demi negara, daripada kebanyakan dari kami tahu tentang sistem pemilu kami sendiri. Mereka mengatakan bahwa ketika Amerika Serikat bersin, Eropa akan kedinginan. Nah, kalian pasti sudah mendapatkan perhatian."

Pemilihan presiden (pilpres) AS terhenti setelah pemungutan suara ditutup pada hari Selasa, dengan sejumlah negara bagian kritis masih menghitung surat suara. Empat negara bagian; Nevada, Georgia, North Carolina, dan Pennsylvania semuanya belum mengumumkan apakah Trump atau Biden telah memenangkan negara bagian.

Calon presiden (capres) Partai Demokrat Joe Biden saat ini memimpin dengan meraih 264 electoral votes, sedangkan capres petahana Partai Republik Donald Trump meraih 214 electoral votes. Butuh minimal 270 electoral votes bagi seorang capres untuk menang pilpres AS. Kemenangan Biden di salah satu dariempat negara bagian yang tersisa akan memuluskan jalannya meraih 270 electoral votes karena dia hanya butuh 6 electoral votes lagi. (Baca: Jika Biden Menang di Nevada, Selesai Sudah Pilpres AS )

Seperti banyak warga dunia lainnya, Mason memiliki perasaannya sendiri tentang apa yang akan terjadi selanjutnya di Amerika.

"Saya pikir penting untuk mengakui, siapa pun yang menang, banyak orang memilih orang lain," katanya. "Siapa pun yang menjadi presiden Amerika Serikat berikutnya akan menghadapi tugas besar untuk menambal kembali negara itu."

Dia melanjutkan: "Orang Amerika yang saya kenal benar-benar merindukan itu, mereka menginginkan kesembuhan dan kesopanan dan kembali ke kehidupan normal di mana Anda dapat tidak setuju satu sama lain dan dengan teman dan tetangga Anda tanpa itu menjadi begitu kasar dan agresif."

Di seluruh negeri di China, pemilihan presiden yang berlarut-larut ini telah memberikan hiburan bagi massa. Seorang akuntan yang menyebutkan nama pendeknya Duan mengatakan kepada Associated Press: “Kami mendengar akan ada protes dan tuntutan hukum yang datang jadi saya hanya menunggu tindak lanjut dan menonton untuk bersenang-senang. Orang China senang menjadi penonton."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Infantino Pastikan Trump...
Infantino Pastikan Trump Hadiri Final Piala Dunia 2026
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Trump Sebut Aset Iran...
Trump Sebut Aset Iran Akan Dikendalikan AS, Ini Respons Keras Teheran
Rekomendasi
2 Calon Manajer Kopdes...
2 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal saat Latsarmil, TB Hasanuddin Berharap Lakukan Evaluasi Menyeluruh
60 Ribu Guru Dipanggil...
60 Ribu Guru Dipanggil PPG 2026 Tahap 2, Ini Tahapan dan Dokumen yang Wajib Disiapkan
Presiden Prabowo: Saya...
Presiden Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo
Berita Terkini
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Infografis
Melawan Donald Trump,...
Melawan Donald Trump, 7 Kampus Elite AS Kehilangan Dana Miliaran Dolar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved