Drama Penghitungan Pilpres AS

Jum'at, 06 November 2020 - 06:44 WIB
loading...
A A A
Pemungutan suara yang terlalu lama di Pennsylvania juga memicu perhatian publik terpecah. "Kita mengikuti imbauan capres yang meminta pemungutan suara dini baik Demokrat maupun pendukung Trump. Tak mengherankan bila suara kedua capres saling kejar," kata menteri negara bagian Kathy Boockvar.

Penghitungan surat suara yang lama juga memicu kemarahan Presiden Trump. "Mereka menemukan bahwa suara Biden berada di Pennsylvania, Wisconsin, dan Michigan," kata Trump. "Itu sangat buruk bagi negara ini," imbuhnya.

Namun Richard Hasen, pakar hukum pemilu di Universitas California, mengatakan tidak ada niat jahat di balik lamanya proses penghitungan suara. "Di tiga negara bagian tersebut, para petugas pemilu harus bekerja ekstra untuk memproses surat suara yang berlimpah," katanya.

Dia mengatakan, surat suara tersebut tidak dihitung acak, tetapi dihitung semuanya sehingga hasil pemilu negara bagian yang paling menentukan bisa diketahui.

Michigan menerima lebih dari 3,1 juta surat suara yang dikirim melalui pos. Mereka juga harus menghitung surat suara pada hari pemilu. Hukum negara bagian membuat proses pemilu berlangsung lama.

Apa yang terjadi Pennsylvania dan Michigan berbeda dengan di Florida di mana para petugas memproses penghitungan surat suara beberapa pekan sebelum hari pemilu. Mereka pun bisa menghitung surat suara dengan cepat dan tepat. Itu menjadikan Trump cepat diproyeksikan menang di Florida. (Baca juga: Deteksi Dini Penting untuk Antisipasi Diabetes)

Gubernur Pennsylvania Tom Wolf, seorang Demokrat, mengatakan sistem telah bekerja dan tidak menghasilkan sesuatu yang maksimal. "Kita telah bersabar, tetapi tetap percaya diri semua surat suara bisa dihitung dengan akurat," katanya. Lamanya proses penghitungan karena sistem telah bekerja.

Keterlambatan penghitungan suara menciptakan polemik. Trump menuding keterlambatan sebagai indikasi adanya kecurangan. Dia mencontohkan adanya sebagian pendukungnya dihadang sekelompok orang sehingga tidak dapat turut serta dalam pencoblosan.

“Jutaan orang (warga AS) telah mendukung kami,” kata Trump di East Room, Gedung Putih, Washington, AS, Rabu (4/11) pagi waktu lokal. “Tapi sekelompok orang mencoba menghambat suara mereka dengan berbagai cara,” tambahnya. Saat itu Trump tertinggal dengan perolehan suara 213 berbanding 238 di 40 negara bagian.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
4 Alasan Rakyat AS Marah...
4 Alasan Rakyat AS Marah Besar atas Kematian 2 Tentara dan Kegagalan Melawan Iran
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap Psikologi Presiden Trump Lebih Penting Dibandingkan Biaya Politik
Presiden Donald Trump...
Presiden Donald Trump Sedih 2 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran
Viral! Momen Pemain...
Viral! Momen Pemain Argentina Tolak Jabat Tangan Trump di Podium Final Piala Dunia 2026
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Meningkat Jadi 5.208 Orang, 16.740 Luka-Luka
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Masuk 50% ke Kanada, PM Carney: Pelanggaran!
Rekomendasi
Mensesneg Ungkap Anggaran...
Mensesneg Ungkap Anggaran MBG Berpotensi Turun usai Validasi Data
Anggaran Rehab-Rekon...
Anggaran Rehab-Rekon Mulai Didistribusikan, Tito Minta K/L Informasikan Rencana Program pada Kepala Daerah
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
Berita Terkini
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved