Di Tengah Pandemi COVID-19, Iran Izinkan Salat Jumat di 180 Kota
Sabtu, 09 Mei 2020 - 06:41 WIB
loading...
A
A
A
Meski demikian, ada lonjakan kasus infeksi di beberapa provinsi, seperti Khuzestan di barat daya, yang kemungkinan karena lebih banyak orang sedang diskrining untuk penyakit pernapasan COVID-19. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Kesehatan Iraj Harirchi kepada stasiun televisi pemerintah.
"Kami hanya menguji pasien yang dirawat di rumah sakit pada bulan-bulan sebelumnya," katanya. “Sekarang, mereka yang memiliki tanda lebih sedikit atau mereka yang telah melakukan kontak dekat dengan pasien yang terinfeksi sedang dites, dan diisolasi jika didiagnosis (terinfeksi COVID-19)."
Data worldometers pada Sabtu pukul 06.21 WIB menunjukkan Iran memiliki 104.691 kasus COVID-19 dengan 6.541 kematian dan sebanyak 83.837 pasien berhasil disembuhkan.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Kianush Jahanpur mengatakan hampir setengah dari mereka yang dirawat di rumah sakit dalam 24 jam terakhir berada di Teheran dan provinsi Khuzestan yang kaya minyak. "Khuzestan tetap dalam keadaan wabah," tulis dia di Twitter.
"Kami hanya menguji pasien yang dirawat di rumah sakit pada bulan-bulan sebelumnya," katanya. “Sekarang, mereka yang memiliki tanda lebih sedikit atau mereka yang telah melakukan kontak dekat dengan pasien yang terinfeksi sedang dites, dan diisolasi jika didiagnosis (terinfeksi COVID-19)."
Data worldometers pada Sabtu pukul 06.21 WIB menunjukkan Iran memiliki 104.691 kasus COVID-19 dengan 6.541 kematian dan sebanyak 83.837 pasien berhasil disembuhkan.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Kianush Jahanpur mengatakan hampir setengah dari mereka yang dirawat di rumah sakit dalam 24 jam terakhir berada di Teheran dan provinsi Khuzestan yang kaya minyak. "Khuzestan tetap dalam keadaan wabah," tulis dia di Twitter.
(min)
Lihat Juga :