AS Desak Penghentian Pertempuran di Ethiopia
Kamis, 05 November 2020 - 16:12 WIB
loading...
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mendesak segera dihentikannya pertempuran wilayah Tigray di Ethiopia. Foto/REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mendesak segera dihentikannya pertempuran wilayah Tigray di Ethiopia. Pertempuran terjadi setelah pemerintah Ethiopia melancarkan operasi militer sebagai tanggapan atas apa yang dikatakannya sebagai serangan terhadap pasukan federal.
"Kami sedih dengan hilangnya nyawa yang tragis dan mendesak tindakan segera untuk memulihkan perdamaian dan mengurangi ketegangan. Perlindungan keselamatan dan keamanan sipil sangat penting," kata Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo dalam sebuah pernyataan.
Pompeo, seperti dilansir Al Arabiya pada Kamis (5/11/2020), kemudian mengatakan bahwa AS sangat prihatin dengan serangan di Tigray, wilayah dengan ketegangan berkepanjangan dengan pihak berwenang di Addis Ababa. ( Baca juga: Pertempuran Sengit Pecah di Ethiopia )
Sebelumnya diwartakan, Ketegangan meningkat sejak September lalu, ketika Tigray mengadakan pemilihan daerah yang bertentangan dengan pemerintah federal, yang menyebut pemungutan suara itu "ilegal". Dalam beberapa hari terakhir, kedua belah pihak saling menuduh merencanakan konflik militer.
Pada Rabu pagi, partai yang berkuasa di Tigray, Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF), mencoba mencuri artileri dan peralatan lain dari pasukan federal yang ditempatkan di sana, kata kantor Perdana Menteri Abiy Ahmed.
"Garis merah terakhir telah dilanggar dengan serangan pagi ini dan karena itu pemerintah federal dipaksa untuk melakukan konfrontasi militer," katanya. Ia menambahkan bahwa tujuannya adalah untuk mencegah ketidakstabilan melanda negara dan wilayah tersebut
Kantor Abiy mengatakan bahwa pemerintah federal telah mengumumkan keadaan darurat selama enam bulan di Tigray yang akan diawasi oleh kepala staf angkatan bersenjata. ( Baca juga: Di Hari Pilpres AS, 4 Orang Tewas Ditembak di Nevada )
"Kami sedih dengan hilangnya nyawa yang tragis dan mendesak tindakan segera untuk memulihkan perdamaian dan mengurangi ketegangan. Perlindungan keselamatan dan keamanan sipil sangat penting," kata Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo dalam sebuah pernyataan.
Pompeo, seperti dilansir Al Arabiya pada Kamis (5/11/2020), kemudian mengatakan bahwa AS sangat prihatin dengan serangan di Tigray, wilayah dengan ketegangan berkepanjangan dengan pihak berwenang di Addis Ababa. ( Baca juga: Pertempuran Sengit Pecah di Ethiopia )
Sebelumnya diwartakan, Ketegangan meningkat sejak September lalu, ketika Tigray mengadakan pemilihan daerah yang bertentangan dengan pemerintah federal, yang menyebut pemungutan suara itu "ilegal". Dalam beberapa hari terakhir, kedua belah pihak saling menuduh merencanakan konflik militer.
Pada Rabu pagi, partai yang berkuasa di Tigray, Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF), mencoba mencuri artileri dan peralatan lain dari pasukan federal yang ditempatkan di sana, kata kantor Perdana Menteri Abiy Ahmed.
"Garis merah terakhir telah dilanggar dengan serangan pagi ini dan karena itu pemerintah federal dipaksa untuk melakukan konfrontasi militer," katanya. Ia menambahkan bahwa tujuannya adalah untuk mencegah ketidakstabilan melanda negara dan wilayah tersebut
Kantor Abiy mengatakan bahwa pemerintah federal telah mengumumkan keadaan darurat selama enam bulan di Tigray yang akan diawasi oleh kepala staf angkatan bersenjata. ( Baca juga: Di Hari Pilpres AS, 4 Orang Tewas Ditembak di Nevada )
(esn)
Lihat Juga :