Biden Memimpin di Wisconsin dan Michigan, Trump Meradang
Rabu, 04 November 2020 - 23:25 WIB
loading...
Joe Biden memimpin di Wisconsin dan Michigan, Donald Trump meradang. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A
A
A
WASHINGTON - Calon presiden (capres) incumbent Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim kepemimpinan di banyak negara bagian kunci dalam pemilihan presiden (pilpres) telah menghilang secara ajaib. Hal itu terjadi setelah lawannya dari Partai Demokrat, Joe Biden , dikonfirmasi telah mengambil alih perolehan suara di dua negara bagian penting itu.
Trump sebelumnya memimpin perolehan suara di kedua negara bagian itu ketika dia secara prematur menyatakan dirinya sebagai pemenang pemilihan presiden tahun ini dalam konferensi pers Gedung Putih.
Presiden mengatakan kepada sebuah ruangan yang penuh dengan keluarga, pendukung dan pers bahwa penghitungan suara “harus dihentikan” dan dia akan pergi ke Mahkamah Agung untuk menuntut hal ini terjadi. Dia juga mengklaim telah memenangkan perolehan suara negara bagian utama lainnya seperti Georgia dan North Carolina, padahal sebenarnya kedua wilayah tersebut belum mengumumkan hasil mereka.(Baca juga: Trump Klaim Menangi Pemilu AS )
“Tadi malam saya memimpin, sering kali secara solid, di banyak negara bagian utama, dalam hampir semua kasus yang dijalankan dan dikendalikan oleh Demokrat,” kata Trump.
“Kemudian, satu per satu, mereka mulai menghilang secara ajaib saat tumpukan surat suara yang mengejutkan dihitung,” sambungnya seperti dikutip dari Independent, Rabu (4/11/2020).
Trump kemudian memberi tahu 87,7 juta pengikutnya bahwa gelombang suara Biden yang datang terlambat dalam pemilu presiden (pilpres) "sangat aneh".
Trump sebelumnya memimpin perolehan suara di kedua negara bagian itu ketika dia secara prematur menyatakan dirinya sebagai pemenang pemilihan presiden tahun ini dalam konferensi pers Gedung Putih.
Presiden mengatakan kepada sebuah ruangan yang penuh dengan keluarga, pendukung dan pers bahwa penghitungan suara “harus dihentikan” dan dia akan pergi ke Mahkamah Agung untuk menuntut hal ini terjadi. Dia juga mengklaim telah memenangkan perolehan suara negara bagian utama lainnya seperti Georgia dan North Carolina, padahal sebenarnya kedua wilayah tersebut belum mengumumkan hasil mereka.(Baca juga: Trump Klaim Menangi Pemilu AS )
“Tadi malam saya memimpin, sering kali secara solid, di banyak negara bagian utama, dalam hampir semua kasus yang dijalankan dan dikendalikan oleh Demokrat,” kata Trump.
“Kemudian, satu per satu, mereka mulai menghilang secara ajaib saat tumpukan surat suara yang mengejutkan dihitung,” sambungnya seperti dikutip dari Independent, Rabu (4/11/2020).
Trump kemudian memberi tahu 87,7 juta pengikutnya bahwa gelombang suara Biden yang datang terlambat dalam pemilu presiden (pilpres) "sangat aneh".
Lihat Juga :