Pilpres AS: Biden Yakin Menang, Trump Sebut Pemilu Hendak Dicuri

Rabu, 04 November 2020 - 13:49 WIB
loading...
Pilpres AS: Biden Yakin...
Pemilihan presiden Amerika Serikat antara Donald Trump melawan Joe Biden. Foto/Ilustrasi SINDOnews.com/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Joe Biden, calon presiden (capres) Partai Demokrat, telah berbicara kepada para pendukungnya dalam pidato gemilang tanpa mengklaim kemenangan dini pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) .

Sedangkan Donald Trump, capres petahana Partai Republik, mengklaim menang besar dan menuduh kubu Biden mencoba mencuri hasil pemilu. Pilpres AS telah berlangsung, Selasa (3/11/2020) waktu Amerika atau Rabu (4/11/2020) WIB. (Baca: Hari Ini Pilpres AS Trump vs Biden, Berikut Hasil Sementara )

Data quick count pilpres AS untuk sementara versi Fox News pada pukul 13.26 WIB menunjukkan Joe Biden meraih 238 electoral votes. Trump meraih 213 electoral votes. Butuh minimal 270 electoral votes bagi seorang capres untuk menang pilpres Amerika.

Meski Biden unggul sementara, namun belum tentu menang karena masih ada penghitungan suara di tujuh negara bagian dengan jumlah electoral votes yang cukup besar. Bahkan di sisa tujuh negara bagian itu, Trump untuk sementara mendominasi perolehan suara.

Biden menekankan kepada pendukung pentingnya tetap bersabar karena suara tetap dihitung di negara-negara medan pertempuran utama. (Baca juga: Biden Semakin Sulit Dikejar dengan 237 Suara, Trump 210 Suara )

"Kesabaran Anda terpuji," katanya dengan membunyikan klakson mobil. "Kami tahu ini akan berlangsung lama, tapi siapa yang tahu kami akan pergi besok pagi, mungkin lebih lama?,” ujarnya.

“Kami merasa nyaman dengan keberadaan kami. Kami yakin kami berada di jalur yang tepat untuk memenangkan pemilihan ini."

“Kami harus bersabar sampai kerja keras penghitungan suara selesai. Dan itu belum berakhir sampai setiap suara dihitung. Tapi kami merasa senang dengan posisi kami sekarang," ujar Biden yang berpasangan dengan Kamala Harris dalam pilpres 2020."

“Kami yakin tentang Arizona, itu adalah perubahan haluan. Kami juga menyebutnya untuk Minnesota. Dan kami masih dalam kompetisi di Georgia. Dan kami merasa sangat baik tentang Wisconsin dan Michigan," imbuh dia.

“Butuh waktu untuk menghitung suara, tapi kita akan memenangkan Pennsylvania. Kami bisa mengetahui hasilnya paling cepat besok, mungkin sedikit lebih lama."

"Bukan tempat saya atau tempat Donald Trump untuk menyatakan siapa yang memenangkan pemilu, itu adalah tempat rakyat Amerika. Pertahankan keyakinan dan kami akan memenangkan ini. Terima kasih, terima kasih, terima kasih," papar Biden, seperti dikutip news.com.au.

Sementara itu, Donald Trump menulis tweet pendek yang menunjukkan bahwa dia juga yakin akan kemenangan.

Tetapi dalam beberapa menit yang aneh di Twitter, Presiden AS juga men-tweet bahwa Biden berusaha untuk "mencuri" pemilu.

"Kami naik besar, tapi mereka mencoba mencuri pemilu," tulis Trump. “Kami tidak akan pernah membiarkan mereka melakukannya. Suara tidak dapat diberikan setelah pemungutan suara ditutup!"

Berikut hasil quick count sementara pada pukul 13.00 WIB dari penghitungan Sputnik secara
live:

Alabama (9 electoral votes)
Trump: 65%
Biden: 34%

Alaska (3 electoral votes)
Trump:
Biden:

Arizona (11 electoral votes)
Trump: 45%
Biden: 54%

Arkansas (6 electoral votes)
Trump: 63%
Biden: 34%

California (55 electoral votes)
Trump: 29%
Biden: 69%

Colorado (9 electoral votes)
Trump: 41%
Biden: 56%

Connecticut (7 electoral votes)
Trump: 42%
Biden: 57%
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
Kisah Tobat Nabi Adam...
Kisah Tobat Nabi Adam Diterima Allah pada 10 Muharram, Setelah 300 Tahun Memohon Ampunan
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved