Partai Demokrat Diperkirakan Kuasai Penuh Kongres AS

Selasa, 03 November 2020 - 20:24 WIB
loading...
A A A
Tak hanya itu, Demokrat diperkirakan menguasai 435 kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), di mana mereka diharapkan untuk mempertahankan kontrol.

Demokrat berharap bisa menciptakan era politik baru di Washington jika calon presiden mereka Joe Biden juga menang.

Meskipun kemungkinan besar tak mencapai 60 kursi di Senat, keberhasilan Demokrat menguasai Senat akan sangat membantu agenda legislatif Biden atau membantu menghalangi masa jabatan Trump kedua.

Untuk memenangkan mayoritas, Demokrat hanya perlu mengambil tiga kursi Republik jika Biden terpilih sebagai presiden dan Senator Kamala Harris menggunakan suara Senat sebagai wakil presiden. Partai Republik sekarang memegang mayoritas 53 kursi banding 47 kursi milik Demokrat.

Senator Republik Cory Gardner dari Colorado dipandang sebagai yang paling rentan di antara lebih dari setengah lusin petahana masa jabatan pertama di Alaska, Arizona, Georgia, Iowa, Montana dan North Carolina. Doug Jones dari Demokrat dan Gary Peters berupaya mempertahankan kursi di Alabama dan Michigan.

Hasil dari beberapa pertarungan itu kemungkinan tidak akan diketahui sampai setelah Hari Pemilu, karena jumlah surat suara yang dikirim lewat pos sangat banyak pada tahun ini.

Hasil yang tertunda dapat terjadi di Arizona dan Maine, di mana Demokrat sangat disukai untuk mengganti kursi Partai Republik.

Dengan pertarungan ketat di North Carolina dan Iowa, para analis mengatakan Colorado bisa menjadi kesempatan terbaik bagi Demokrat untuk menunjukkan kemenangan pada malam Hari Pemilu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Fakta Pidato Trump...
5 Fakta Pidato Trump di Jamuan Jurnalis Gedung Putih, Ingin Jadi Capres pada Pilpres Mendatang
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: ‘Anda Curang atau Bodoh’
Pengamat Hubungan Internasional:...
Pengamat Hubungan Internasional: Indonesia Perlu Cermati Dinamika Jelang Pilpres AS 2028
AS Kekurangan Stok Rudal,...
AS Kekurangan Stok Rudal, Trump Tunda Serangan Besar-besaran Terhadap Iran
Trump Peringatkan China-Rusia...
Trump Peringatkan China-Rusia Tak Kirim Senjata ke Iran: Mereka Akan Bernasib Buruk!
Rekomendasi
Hasil Babak I Indonesia...
Hasil Babak I Indonesia vs Kamboja: Mitchell Baker Moncer, Garuda Unggul 3-0
Polda Metro Jaya Masih...
Polda Metro Jaya Masih Periksa Kasat Narkoba Polres Tangsel dan 5 Anggotanya
Google Hentikan Dukungan...
Google Hentikan Dukungan YouTube untuk Smartphone Jadul
Berita Terkini
Houthi dan Milisi Irak...
Houthi dan Milisi Irak Kompak Serang Arab Saudi, Riyadh: Agresor Itu Didukung Iran
Dunia Harus Alihkan...
Dunia Harus Alihkan Perhatian ke Tepi Barat! Israel Terus Caplok Tanah Warga Palestina
10 Raja Terkaya di Dunia,...
10 Raja Terkaya di Dunia, Nomor 1 Punya Harta Tembus Rp700 Triliun
Suriah Mencari Kesepakatan...
Suriah Mencari Kesepakatan Keamanan dengan Israel, Apa Dipicu Ketakutan atau Trauma?
Perang Ukraina Masuk...
Perang Ukraina Masuk ke Babak Baru, Pasokan Senjata Rusia ke Iran Terganggu
Tak Ada Jalan Keluar,...
Tak Ada Jalan Keluar, 6 Pilihan Strategi Trump saat Perang Iran Makin Memburuk
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved