Berkonflik dengan Raja Malaysia, Muhyiddin Didesak Mundur

Selasa, 27 Oktober 2020 - 10:15 WIB
loading...
A A A
Raja Abdullah juga meminta seluruh politisi Malaysia agar mengakhiri perselisihan yang dapat mengganggu kestabilan dan perdamaian negara, mengingat Malaysia sedang menghadapi berbagai tantangan. Kisruh politik dikhawatirkan akan menjatuhkan Malaysia ke dalam jurang ketidakpastian yang dapat menghambat kemajuan. (Baca juga: Tips Sehat Selama Libur Panjang di Tengah Pandemi)

Bagaimanapun, keputusan Raja Abdullah tetap dipolitisasi oleh sebagian orang. Penolakannya dianggap sebagai kemunduran besar bagi Muhyiddin yang sedang menghadapi tantangan kepemimpinan dari petinggi oposisi Anwar Ibrahim. Para ahli politik juga menilai Muhyiddin kini kehilangan kekuatan untuk berkuasa.

Popularitas Muhyiddin mengalami pasang surut. Sebagai orang yang menggantikan Mahathir Mohammad di tengah sengketa politik, Muhyiddin tidak hanya menghadapi permasalahan negara dan rakyat, tapi juga kaum elite. Bahkan, Muhyiddin sendiri harus berjibaku dengan kritik yang muncul dari koalisi partainya sendiri, Barisan Nasional.

Upaya Muhyiddin untuk membendung ledakan pasien Covid-19 dan dampaknya terhadap ekonomi nasional juga dianggap tidak maksimal. Hasil rapor negatif itu diperburuk dengan kegagalan meraih suara di Gedung Parlemen yang berkuasa menggelar pemilihan umum (pemilu). Saat ini, Muhyiddin menanggapi tantangan ini dengan dingin. (Lihat videonya: Pemprov DKI Putuskan Perpanjang Masa PSBB Transisi)

“Saya senang dengan keputusan Yang Mulia Raja Abdullah karena mempercayai pemerintahan di bawah kepemimpinan saya,” ujar Muhyiddin. “Saya juga setuju dan menerima dengan sangat baik pesan beliau agar stabilitas pemerintahan tidak terganggu,” tambahnya. Muhyiddin telah terpilih naik menjadi PM di Parlemen sejak Maret lalu.(Muh Shamil)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dana Pensiun ASN Malaysia...
Dana Pensiun ASN Malaysia Rp717 Miliar Lenyap dalam Skandal eFishery, KPK Negeri Jiran Turun Tangan
5 Strategi Jitu Tingkatkan...
5 Strategi Jitu Tingkatkan Popularitas, PM Anwar Ibrahim Gunakan Kembaran ala PMX.AI
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
Mahathir Mohamad Genap...
Mahathir Mohamad Genap 101 Tahun, Dokter yang Sulap Wajah Malaysia Modern
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Genting Highlands Segera...
Genting Highlands Segera Punya Hotel Extended Stay Terbesar, Buka Mulai 2028
Houthi Umumkan Blokade...
Houthi Umumkan Blokade Laut Terhadap Arab Saudi
China Geram Dituduh...
China Geram Dituduh Campuri Pilpres AS Menangkan Joe Biden, Sindir Balik Trump
Rekomendasi
Dituding Egois, Jennifer...
Dituding Egois, Jennifer Coppen Ungkap Alasan Justin Hubner Lewatkan Final Piala Dunia
PFII Ditargetkan Beroperasi...
PFII Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini, Purbaya Bocorkan Penentuan Lokasi
Zero ODOL Dinilai Jadi...
Zero ODOL Dinilai Jadi Titik Awal Perkuat Keselamatan Transportasi
Berita Terkini
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved