Putin: Keputusan AS Mundur dari INF Adalah Kesalahan Besar
Selasa, 27 Oktober 2020 - 00:53 WIB
loading...
A
A
A
"Kami juga menyerukan semua negara yang tertarik untuk mencari skema untuk menjaga stabilitas dan mencegah krisis rudal 'di dunia tanpa Perjanjian INF' dalam kaitannya dengan kawasan Asia-Pasifik. Kami terbuka untuk kerja sama ke arah ini," ungkapnya.
Seperti diketahui, pada Februari 2019, Washington mengumumkan bahwa mereka memberikan pemberitahuan enam bulan tentang penarikan dari INF, perjanjian yang ditandatangani antara Rusia dan ASt pada tahun 1987 yang secara efektif melarang semua rudal balistik menengah rudal jelajah dan peluncur.
Salah satu alasan yang dikutip untuk keputusan AS adalah dugaan kegagalan Rusia untuk kembali ke mematuhi dan dapat diverifikasi melalui penghancuran sistem misil yang tidak sesuai. ( Baca juga: Kunjungan Prabowo ke Amerika Bagian dari Diplomasi Pertahanan, Bukan Cari Dukungan Pemilu )
Pada bulan Agustus di tahun yang sama, AS secara sepihak menarik diri dari INF, menyatakan bahwa Moskow bertanggung jawab penuh atas penghentian perjanjian. Kremlin berulang kali membantah tuduhan ini dan menawarkan AS kesempatan untuk melanjutkan diskusi tentang pemenuhan perjanjian tersebut, tetapi Gedung Putih menolak.
Seperti diketahui, pada Februari 2019, Washington mengumumkan bahwa mereka memberikan pemberitahuan enam bulan tentang penarikan dari INF, perjanjian yang ditandatangani antara Rusia dan ASt pada tahun 1987 yang secara efektif melarang semua rudal balistik menengah rudal jelajah dan peluncur.
Salah satu alasan yang dikutip untuk keputusan AS adalah dugaan kegagalan Rusia untuk kembali ke mematuhi dan dapat diverifikasi melalui penghancuran sistem misil yang tidak sesuai. ( Baca juga: Kunjungan Prabowo ke Amerika Bagian dari Diplomasi Pertahanan, Bukan Cari Dukungan Pemilu )
Pada bulan Agustus di tahun yang sama, AS secara sepihak menarik diri dari INF, menyatakan bahwa Moskow bertanggung jawab penuh atas penghentian perjanjian. Kremlin berulang kali membantah tuduhan ini dan menawarkan AS kesempatan untuk melanjutkan diskusi tentang pemenuhan perjanjian tersebut, tetapi Gedung Putih menolak.
(esn)
Lihat Juga :