Telepon Putin, Trump Tekankan Kontrol Senjata Mencakup China

Jum'at, 08 Mei 2020 - 01:37 WIB
loading...
Telepon Putin, Trump...
Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) saat bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di KTT G-20 di Hamburg, Jerman, 7 Juli 2017. Foto/REUTERS/Carlos Barria
A A A
WASHINGTON - Presiden Donald John Trump menekankan keinginan Washington bahwa perjanjian kontrol senjata tak hanya ditanggung oleh Amerika Serikat (AS) dan Rusia, tapi juga harus mencakup China.

Hal itu dia sampaikan saat melakukan panggilan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Kamis.

"Presiden Trump menegaskan kembali bahwa Amerika Serikat berkomitmen untuk mengontrol persenjataan yang efektif yang mencakup tidak hanya Rusia, tetapi juga China, dan menantikan diskusi di masa depan untuk menghindari perlombaan senjata yang mahal," kata Gedung Putih mengutip percakapan telepon tersebut, sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (8/5/2020).

Trump telah berulangkali mendesak—yang sejauh ini tidak berhasil—agar China bergabung dengan Amerika Serikat dan Rusia dalam pembicaraan mengenai perjanjian baru untuk kontrol senjata. Perjanjian baru itu untuk menggantikan perjanjian New START 2010 antara Washington dan Moskow yang berakhir pada Februari 2021.

Perjanjian New START membatasi Amerika Serikat dan Rusia untuk mengerahkan tidak lebih dari 1.550 hulu ledak nuklir, level terendah dalam beberapa dekade. Selain itu, perjanjian itu juga membatasi rudal berbasis darat dan berbasis kapal selam.

China, yang diperkirakan memiliki sekitar 300 senjata nuklir, telah berulang kali menolak proposal Trump. Alasannya, kekuatan nuklirnya defensif dan tidak menimbulkan ancaman.

Gedung Putih mengatakan panggilan telepon Trump-Putin, yang menandai peringatan 75 tahun berakhirnya Perang Dunia Kedua di Eropa, juga mencakup upaya untuk mengalahkan wabah virus corona baru (COVID-19) serta masalah-masalah lainnya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Tiru Adegan TV, Istri...
Tiru Adegan TV, Istri Isap Racun dari Tangan Suami yang Digigit Kobra, Malah Ikut Keracunan
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Israel Ternyata Coba...
Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
Pemerintah Rusia Buka...
Pemerintah Rusia Buka Beasiswa S1 hingga S3 untuk Dosen dan Mahasiswa UNEJ
Studi Ungkap Gurita...
Studi Ungkap Gurita Politik China dalam Jaringan Kriminal di Asia Tenggara
Tragedi Maut! 8 Biksu...
Tragedi Maut! 8 Biksu Tewas Ditabrak Truk yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun
Rekomendasi
Kejar Pendapatan per...
Kejar Pendapatan per Kapita RI Lampaui USD15 Ribu, Purbaya Ungkap Kuncinya
Ironi Polestar: Dirakit...
Ironi Polestar: Dirakit di Amerika, tapi Tetap Dilarang Karena Software China
BPIP Gelar Penguatan...
BPIP Gelar Penguatan Kebajikan Pancasila, Marinus Gea: Harus Dihidupi, Bukan Sekadar Dihafalkan
Berita Terkini
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Israel Berupaya Provokasi...
Israel Berupaya Provokasi Konflik antara Tentara Lebanon dan Hizbullah
Jenazah Ali Khamenei...
Jenazah Ali Khamenei Tiba di Masjid Agung Mosalla di Teheran
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved