Setelah Sebut Butuh Perawatan Mental, Erdogan Kini Sebut Macron 'Tersesat'

Senin, 26 Oktober 2020 - 02:51 WIB
loading...
Setelah Sebut Butuh...
Setelah sebelumnya Erdogan menyebut Macron butuh perawatan mental, kini pemimpin Turki tersebut menyebut Macron telah tersesat. Foto/Ist
A A A
ANKARA - Presiden Turki , Tayyip Erdogan kembali melemparkan serangan terhadap Presiden Prancis , Emanuel Macron. Setelah sebelumnya Erdogan menyebut Macron butuh perawatan mental, kini pemimpin Turki tersebut menyebut Macron telah tersesat.

Sabtu lalu, Erdogan mengatakan Macron memiliki masalah dengan Muslim dan membutuhkan pemeriksaan mental, teguran yang menyebabkan Prancis menarik duta besarnya dari Ankara. Kini, Erdogan mengatakan bahwa Macron sudah tersesat dan meminta pemimpin Prancis itu untuk introspeksi diri.

"Orang yang bertanggung jawab atas Prancis telah tersesat. Dia terus berbicara tentang Erdogan sepanjang hari. Lihatlah diri Anda dulu dan ke mana Anda akan pergi. Saya katakan di Kayseri kemarin, dia adalah kasus dan dia benar-benar harus diperiksa," ucap Erdogan, seperti dilansir Reuters pada Senin (25/10/2020).

Sebelumnya, dalam langkah yang sangat tidak biasa, seorang pejabat kepresidenan Prancis mengatakan bahwa Duta Besar Prancis untuk Turki dipanggil kembali dari Ankara untuk berkonsultasi dan akan bertemu Macron untuk membahas situasi setelah pernyataan Erdogan.

"Komentar Presiden Erdogan tidak dapat diterima. Perbuatan yang keterlaluan dan kekasaran bukanlah metode. Kami menuntut agar Erdogan mengubah arah kebijakannya karena berbahaya dalam segala hal," kata pejabat itu. ( Baca juga: Macron Dihina Erdogan, Prancis Tarik Dubes dari Turki )

Ketegangan antara Erdogan dan Macron bermula saat pemimpin Prancis itu menggambarkan Islam sebagai agama "dalam krisis" di seluruh dunia dan mengatakan bahwa pemerintahannya akan mengajukan rancangan undang-undang pada bulan Desember untuk memperkuat undang-undang 1905 yang secara resmi memisahkan gereja dan negara di Prancis.

Macron juga mengumumkan pengawasan sekolah yang lebih ketat dan kontrol yang lebih baik atas pendanaan masjid dari luar negeri. ( Baca juga: Erdogan: Macron Perlu Perawatan Mental Terkait Sikapnya pada Muslim )

Erdogan kemudian menyebut dorongan Macron untuk mereformasi institusi Islam di negara itu tidak lain adalah upaya untuk menyerang Muslim. "Mereka yang peduli dengan kebangkitan Islam menciptakan krisis yang mereka gunakan sebagai alasan untuk menyerang Islam dan menutupi kegagalan mereka sendiri," ucap Erdogan.

(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Heboh Bendera Saudi...
Heboh Bendera Saudi Tak Diletakkan di Atas Rumput Selama Laga Piala Dunia, Kenapa?
Rekomendasi
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
MNC University Bahas...
MNC University Bahas Masa Depan Produksi Iklan di Era AI melalui Talkshow KRUFEST
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
Erdogan Sebut Ledakan Bom Istiklal Istanbul Ada Bau Teror
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved