Eks PM Rusia Prihantin PBB Ingin Diganti 'Klub Negara Demokrasi'

Sabtu, 24 Oktober 2020 - 14:37 WIB
loading...
Eks PM Rusia Prihantin...
Eks perdana menteri Rusia prihatin PBB ingin diganti dengan klub negara demokrasi. Foto/Devex
A A A
MOSKOW - Mantan perdana menteri Rusia , Dmitry Medvedev, mengungkapkan keprihatinannya atas upaya sejumlah negara tertentu untuk merongrong peran PBB dengan menciptakan apa yang disebutnya sebagai "klub negara-negara demokratis"

"Upaya untuk merongrong peran PBB dan membentuk 'komunitas (klub) negara-negara demokratis', bukannya itu, juga menjadi perhatian khusus. Ide-ide semacam itu tidak menyatukan tetapi memecah belah umat manusia, berkontribusi pada ketegangan internasional dan akhirnya mengarah pada konfrontasi langsung," tulis Medvedev dalam artikel berjudul "Peringatan 75 Tahun Perserikatan Bangsa-Bangsa: Masalah Lama, Tantangan Baru, dan Solusi Global" yang diterbitkan di situs RT.

"Tidak ada organisasi internasional lain, apalagi aliansi militer, yang dapat merusak monopoli organ utama PBB atas ekspresi keinginan masyarakat dunia," tegasnya. (Baca juga: Pesan Mengerikan Putin kepada Orang-orang yang Ingin Rusia Hancur )

"Penipisan tanggung jawab upaya keamanan global oleh berbagai organisasi dan negara tertentu untuk menstigmatisasi negara dan pemerintah dan memutuskan bahwa nasib dunia akan selalu membuat kita mundur beberapa dekade," tambahnya seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (24/10/2020).

Medvedev mencatat bahwa mekanisme yang ditetapkan dalam Piagam PBB sebagian besar telah membantu umat manusia untuk mencegah Perang Dunia III, meskipun para pemain internasional tidak selalu mendapat pelajaran yang benar dari masa lalu.

"Terlepas dari semua masalah dan krisis yang dihadapi Perserikatan Bangsa-Bangsa dan negara-negara anggotanya selama bertahun-tahun ini, sulit untuk tidak setuju bahwa ini sebagian besar berkat mekanisme hukum dan politik internasional yang ditetapkan oleh Piagam PBB yang berhasil menghindari kita untuk tidak habis-habisan terlibat Perang Dunia Ketiga dan menangani banyak masalah kritis ketika membentuk tatanan dunia pasca-perang," kata Medvedev.

Politisi terkemuka Rusia itu menambahkan bahwa dunia masih bisa mengulangi kesalahan masa lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Pemerintah Rusia Buka...
Pemerintah Rusia Buka Beasiswa S1 hingga S3 untuk Dosen dan Mahasiswa UNEJ
Gempa M6,0 Guncang Pantai...
Gempa M6,0 Guncang Pantai Barat Meksiko
Demonstran Bakar Diri...
Demonstran Bakar Diri hingga Tewas Dekat Markas PBB, Bawa Tulisan: China Keluar dari Tibet!
Rekomendasi
Ironi Polestar: Dirakit...
Ironi Polestar: Dirakit di Amerika, tapi Tetap Dilarang Karena Software China
BPIP Gelar Penguatan...
BPIP Gelar Penguatan Kebajikan Pancasila, Marinus Gea: Harus Dihidupi, Bukan Sekadar Dihafalkan
Kejar Pendapatan per...
Kejar Pendapatan per Kapita RI Lampaui USD15 Ribu, Purbaya Ungkap Kuncinya
Berita Terkini
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Israel Berupaya Provokasi...
Israel Berupaya Provokasi Konflik antara Tentara Lebanon dan Hizbullah
Jenazah Ali Khamenei...
Jenazah Ali Khamenei Tiba di Masjid Agung Mosalla di Teheran
Infografis
290 Senjata Nuklir Prancis...
290 Senjata Nuklir Prancis Ingin Lindungi Eropa dari Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved