Xi Jinping Bilang China Tak Takut Perang, Warning bagi AS!

Sabtu, 24 Oktober 2020 - 01:38 WIB
loading...
A A A
"Tujuh puluh tahun lalu, penjajah Imperialis menembaki pintu depan China baru," kata Xi seperti dikutip dari asurat kabar South China Morning Post, Sabtu (24/10/2020).

“Rakyat China mengerti bahwa Anda harus menggunakan bahasa yang dapat dimengerti para penjajah—untuk berperang dan menghentikan invasi dengan kekuatan, mendapatkan perdamaian dan keamanan melalui kemenangan. Orang-orang China tidak akan membuat masalah tetapi kami juga tidak takut, dan tidak peduli kesulitan atau tantangan yang kami hadapi, kaki kami tidak akan gemetar dan punggung tidak akan menekuk."

Xi juga menekankan perlunya modernisasi pertahanan dan angkatan bersenjata negaranya untuk menciptakan militer kelas dunia. "Tanpa tentara yang kuat, tidak akan ada ibu pertiwi yang kuat,” kata Xi.

Pasukan China menyeberangi Sungai Yalu, yang menandai perbatasan China dengan Korea Utara, pada Oktober 1950 untuk membantu Pyongyang dalam perangnya melawan pasukan pimpinan AS dan Korea Selatan, yang telah dimulai beberapa bulan sebelumnya. (Baca juga: China Latihan Rudal, Pesawat Taiwan Ditolak Masuk Hong Kong )

Menekankan pentingnya geopolitik Korea Utara, Mao Zedong kala itu berkata: "Jika bibir hilang, gigi akan menjadi dingin." Republik Rakyat China baru berdiri setahun sebelumnya.

Lebih dari 2 juta tentara China dikerahkan tetapi perang berakhir dengan gencatan senjata pada tahun 1953. Tidak adanya perjanjian damai berarti semenanjung itu tetap— secara teknis—berperang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Ledakan Dahsyat Runtuhkan...
Ledakan Dahsyat Runtuhkan Terowongan di India, Tewaskan 12 Pekerja
Trump Dilaporkan Dukung...
Trump Dilaporkan Dukung Presiden FIFA Infantino Jadi Sekjen PBB, Gantikan Guterres
Rekomendasi
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Nathalie Holscher Resmi...
Nathalie Holscher Resmi Menikah, Sule Ucapkan Selamat dan Titip Adzam
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Berita Terkini
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved