Rusia Dituduh Gunakan Senjata Rahasia untuk Serang Agen CIA di Australia

Jum'at, 23 Oktober 2020 - 00:10 WIB
loading...
A A A
Jurnalis Julia Ioffe dari GQ mengatakan kedua agen CIA itu berada di Australia untuk mengadakan pembicaraan dengan ASIO (Australian Security Intelligence Organisation) dan badan intelijen lainnya di bawah aliansi berbagi intelijen Five Eyes dengan AS, Inggris, Kanada, dan Selandia Baru.

"Pada musim gugur 2019, dua pejabat tinggi CIA, keduanya dalam dinas klandestin, pergi ke Australia untuk bertemu dengan pejabat di badan mata-mata negara itu," tulis Ioffe. (Baca juga: Rusia Bantah Ingin Kacaukan Pemilu AS, Sebut Tuduhan Tak Berdasar )

"Saat berada di kamar hotel mereka di Australia, kedua orang Amerika itu merasakannya: suara aneh, tekanan di kepala mereka, dering di telinga mereka. Menurut sumber ini, mereka menjadi mual dan pusing," lanjut Ioffe yang dikutip news.com.au, Kamis (22/10/2020).

Petugas CIA lainnya, Marc Polymeropoulos, yang membantu menjalankan operasi klandestin di Rusia dan Eropa, mengklaim telah diserang pada Desember 2017 di Rusia.

Dia dilaporkan menderita vertigo parah di kamar hotelnya di Moskow dan menderita sakit kepala migrain yang memaksanya untuk pensiun dari CIA.

“Cedera ini, dan perawatan selanjutnya oleh pemerintah AS, telah menjadi mimpi buruk yang hidup bagi pegawai publik yang berdedikasi ini dan keluarga mereka,” kata Jeanne Shaheen, Senator Demokrat dari New Hampshire.

“Jelas sekali bagaimana musuh AS akan mendapatkan banyak keuntungan dari kekacauan, kesusahan, dan perpecahan yang mengikutinya," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Jet Tempur AS Bombardir...
Jet Tempur AS Bombardir Pulau Qeshm dan Kota Ahvav Iran, 4 Orang Tewas
Terungkap! AS Beri Syarat...
Terungkap! AS Beri Syarat Saudi Berdamai dengan Israel untuk Lanjutkan Perjanjian Nuklir
Rekomendasi
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pimpin Pengembangan Ekosistem SAF di ASEAN
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Gol Spektakuler Warnai Kemenangan Singapura atas Kamboja
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved