Armenia: Perang Nagorno Karabakh Hanya Bisa Diselesaikan dengan Cara Damai
Kamis, 22 Oktober 2020 - 14:47 WIB
loading...
A
A
A
Pasukan juga telah menghancurkan dua drone Armenia pada Selasa lalu, satu di atas kota terbesar kedua di Azerbaijan, Ganja dan yang lainnya di atas wilayah Goranboy, menurut Kementerian tersebut.
Bentrokan baru antara Azerbaijan dan Armenia meletus pada 27 September, dengan pertempuran sengit berkecamuk di wilayah sengketa Nagorno-Karabakh. Daerah itu mengalami maraknya kekerasan pada musim panas 2014, April 2016, dan Juli lalu. Azerbaijan dan Armenia telah memberlakukan darurat militer dan melancarkan upaya mobilisasi. Kedua pihak yang terlibat konflik telah melaporkan adanya korban, di antaranya adalah warga sipil.(Baca juga: Azerbaijan Bebaskan Lagi 13 Desa yang Diduduki Armenia )
Moskow menjadi perantara gencatan senjata kemanusiaan yang mulai berlaku pada pukul 12 siang waktu setempat pada 10 Oktober tetapi dilanggar. Belakangan, Kementerian Luar Negeri Armenia dan Azerbaijan mengumumkan rencana untuk mengumumkan gencatan senjata lagi pada tengah malam tanggal 18 Oktober, tetapi permusuhan terus berlanjut dan pihak yang bertikai terus saling menyalahkan karena melanggar gencatan senjata.(Baca juga: Baru Disepakati, Armenia Sudah Tuding Azerbaijan Langgar Gencatan Senjata )
Baku dan Yerevan telah memperdebatkan kedaulatan atas Nagorno-Karabakh sejak Februari 1988, ketika wilayah tersebut menyatakan pemisahan diri dari Republik Sosialis Soviet Azerbaijan. Dalam konflik bersenjata 1992-1994 Azerbaijan kehilangan kendali atas Nagorno-Karabakh dan tujuh distrik yang bersebelahan.(Lihat video: Viral, Video Warga Antar Jenazah Seberangi Sungai di Ponorogo )
Bentrokan baru antara Azerbaijan dan Armenia meletus pada 27 September, dengan pertempuran sengit berkecamuk di wilayah sengketa Nagorno-Karabakh. Daerah itu mengalami maraknya kekerasan pada musim panas 2014, April 2016, dan Juli lalu. Azerbaijan dan Armenia telah memberlakukan darurat militer dan melancarkan upaya mobilisasi. Kedua pihak yang terlibat konflik telah melaporkan adanya korban, di antaranya adalah warga sipil.(Baca juga: Azerbaijan Bebaskan Lagi 13 Desa yang Diduduki Armenia )
Moskow menjadi perantara gencatan senjata kemanusiaan yang mulai berlaku pada pukul 12 siang waktu setempat pada 10 Oktober tetapi dilanggar. Belakangan, Kementerian Luar Negeri Armenia dan Azerbaijan mengumumkan rencana untuk mengumumkan gencatan senjata lagi pada tengah malam tanggal 18 Oktober, tetapi permusuhan terus berlanjut dan pihak yang bertikai terus saling menyalahkan karena melanggar gencatan senjata.(Baca juga: Baru Disepakati, Armenia Sudah Tuding Azerbaijan Langgar Gencatan Senjata )
Baku dan Yerevan telah memperdebatkan kedaulatan atas Nagorno-Karabakh sejak Februari 1988, ketika wilayah tersebut menyatakan pemisahan diri dari Republik Sosialis Soviet Azerbaijan. Dalam konflik bersenjata 1992-1994 Azerbaijan kehilangan kendali atas Nagorno-Karabakh dan tujuh distrik yang bersebelahan.(Lihat video: Viral, Video Warga Antar Jenazah Seberangi Sungai di Ponorogo )
(ber)
Lihat Juga :