Indonesia Tolak Permintaan Jadi Tempat Persinggahan Pesawat Mata-mata AS
Selasa, 20 Oktober 2020 - 14:41 WIB
loading...
A
A
A
Indonesia bukan penuntut resmi di jalur air yang penting secara strategis, tetapi menganggap sebagian Laut Cina Selatan sebagai miliknya. China secara teratur telah mengusir kapal penjaga pantai dan kapal nelayan China dari daerah yang diklaim Beijing memiliki klaim bersejarah.
Tetapi negara itu juga memiliki hubungan ekonomi dan investasi yang berkembang dengan China. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada September lalu mengatakan Indonesia tidak ingin memihak dalam konflik dan khawatir dengan meningkatnya ketegangan antara kedua negara adidaya tersebut, dan oleh militerisasi Laut China Selatan.
"Kami tidak ingin terjebak persaingan ini," kata Retno. "Indonesia ingin menunjukkan semua bahwa kami siap menjadi partner Anda," tegasnya.
AS baru-baru ini menggunakan pangkalan militer di Singapura, Filipina, dan Malaysia untuk mengoperasikan penerbangan P-8 di atas Laut Cina Selatan, kata analis militer.
China telah meningkatkan latihan militer tahun ini, sementara AS telah meningkatkan tempo operasi navigasi, penyebaran kapal selam, dan penerbangan pengawasan.
Tetapi negara itu juga memiliki hubungan ekonomi dan investasi yang berkembang dengan China. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada September lalu mengatakan Indonesia tidak ingin memihak dalam konflik dan khawatir dengan meningkatnya ketegangan antara kedua negara adidaya tersebut, dan oleh militerisasi Laut China Selatan.
"Kami tidak ingin terjebak persaingan ini," kata Retno. "Indonesia ingin menunjukkan semua bahwa kami siap menjadi partner Anda," tegasnya.
AS baru-baru ini menggunakan pangkalan militer di Singapura, Filipina, dan Malaysia untuk mengoperasikan penerbangan P-8 di atas Laut Cina Selatan, kata analis militer.
China telah meningkatkan latihan militer tahun ini, sementara AS telah meningkatkan tempo operasi navigasi, penyebaran kapal selam, dan penerbangan pengawasan.
Lihat Juga :