Tanpa Dihadiri Raja, Bahrain dan Israel Resmikan Hubungan Diplomatik

Senin, 19 Oktober 2020 - 10:49 WIB
loading...
Tanpa Dihadiri Raja,...
Delegasi Israel berkunjung ke Kerajaan Bahrain untuk meresmikan hubungan diplomatik pada Minggu (18/10/2020). Foto/BNA
A A A
MANAMA - Bahrain dan Israel memperkuat kesepakatan yang secara resmi menjalin hubungan diplomatik dan menandatangani tujuh nota kesepahaman pada hari Minggu di Manama. Namun, Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa, putra mahkota dan perdana menteri tidak hadir dalam upacara tersebut.

Dengan menjalin hubungan diplomatik, negara Teluk yang kaya itu akan membuka pintu untuk negara Yahudi. (Baca: Palestina: UEA dan Bahrain Lebih Israel daripada Israel )

Koresponden AFP melaporkan pada Senin (19/10/2020) bahwa dokumen yang ditandatangani itu menyempurnakan kesepakatan yang ditengahi Amerika Serikat (AS) yang telah disetujui kedua negara di Gedung Putih pada 15 September lalu.

Delegasi Israel, yang dipimpin oleh Ketua Dewan Keamanan Nasional Meir Ben Shabbat, telah melakukan perjalanan ke Manama dari Tel Aviv dalam penerbangan langsung pertama antara kedua negara.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan asisten khusus Presiden Donald Trump untuk negosiasi internasional, Avi Berkowitz, telah melakukan perjalanan ke Tel Aviv sebelum bergabung dengan penerbangan delegasi Israel ke Manama.

Kementerian Luar Negeri Israel dalam sebuah peryataan mengatakan pejabat Bahrain dan Israel sepakat untuk menjalin hubungan diplomatik damai dan bekerja sama di bidang ekonomi, penerbangan sipil, keuangan, komunikasi dan pertanian. (Baca: Kunjungi Manama, Direktur Mossad Temui Bos Intelijen Bahrain )

Kementerian itu juga mengatakan akan bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Bahrain dan mencatat bahwa kedua negara telah sepakat pada hari Minggu tentang pembebasan persyaratan visa untuk diplomat.

Menteri Luar Negeri Bahrain, Abdullatif al-Zayani, mengatakan bahwa keputusan untuk menormalkan hubungan datang dari "kepercayaan pada nilai-nilai toleransi...di wilayah yang rakyatnya menderita akibat perang dan konflik."

Berkowitz mengatakan kedua belah pihak akan bebas untuk membuka kedutaan besar di negara masing-masing setelah upacara tersebut. Dia menambahkan bahwa kedutaan besar Israel di Manama dapat dibuka dalam beberapa bulan.

Kesibukan diplomasi antara beberapa sekutu regional utama Washington telah memberi Trump kemenangan kunci kebijakan luar negeri saat dia berkampanye untuk pemilihan presiden menjelang pemungutan suara pada bulan November mendatang. (Baca juga: Raja Bahrain: Kesepakatan dengan Israel Tidak untuk Melawan Negara Lain )

Namun, normalisasi hubungan negara Yahudi itu dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain telah membuat marah warga Palestina, yang menyebut kesepakatan itu sebagai "tikaman dari belakang" dan mendesak negara-negara Arab untuk mempertahankan persatuan melawan Israel.

Zayani, bagaimanapun, pada hari Minggu menekankan bahwa Bahrain menyerukan negosiasi langsung antara Israel dan Palestina untuk mengakhiri konflik berdasarkan solusi dua negara.

Seperti Israel, baik Manama dan Abu Dhabi memiliki kebijakan luar negeri yang sangat anti-Iran dan Teheran telah mengecam normalisasi tersebut.

Monarki Teluk telah melanggar konsensus Arab selama puluhan tahun bahwa tidak akan ada hubungan dengan negara Yahudi sampai negara itu berdamai dengan Palestina.

Bahrain, tidak seperti UEA, memiliki sejarah politik terbuka dan gerakan masyarakat sipil, meskipun hak-haknya telah dibatasi dalam dekade terakhir.

Dalam tampilan perbedaan pendapat yang jarang terjadi di kerajaan kecil kaya minyak bulan lalu, puluhan orang turun ke jalan di Abu-Saiba, sebuah desa Syiah dekat Manama, untuk memprotes normalisasi tersebut.

Setelah protes Arab Spring pada tahun 2011, monarki Sunni menuduh ribuan pembangkang dari mayoritas Syiah menerima perintah dari Iran.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berpidato di depan kabinetnya pada hari Minggu, memuji apa yang disebutnya sebagai "perjanjian perdamaian bersejarah" dengan Bahrain, dan mengatakan: "Saya harap saya segera dapat memberi tahu Anda tentang lebih banyak negara (melakukan normalisasi dengan Israel)."

Netanyahu menegaskan lebih banyak negara Timur Tengah menginginkan hubungan dengan Israel karena prioritas telah bergeser.

Negara-negara sekarang, kata dia, menghargai peluang perdagangan yang menguntungkan di atas posisi pada konflik Palestina.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Paris Melarang Warganya...
Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini
Rekomendasi
Lineker Semprot FIFA:...
Lineker Semprot FIFA: Hukuman Madibo Tak Masuk Akal
HGI Jakarta Domino Tournament...
HGI Jakarta Domino Tournament 2026, Ribuan Peserta Ramaikan Olahraga Pikiran
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Berita Terkini
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved