Hentikan Serangan di Provinsi Helmand, Taliban Ajukan Syarat
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 00:55 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Gubernur Helmand Mohammad Yasin Khan mengatakan lebih dari 300 pejuang Taliban telah tewas dalam enam hari terakhir di provinsi itu, dan warga Pakistan serta Iran termasuk di antara mereka yang tewas.
Taliban belum mengkonfirmasi klaim tersebut, yang tidak mungkin untuk memverifikasi secara independen karena sebagian besar Helmand tidak dapat diakses oleh media.
Selama beberapa tahun terakhir, Taliban telah mengalami kebangkitan. Kelompok militan itu telah menguasai sekitar 80% provinsi, terutama daerah pedesaan, sementara pusat distrik masih di bawah kendali pemerintah.
Gejolak terjadi ketika perwakilan pemerintah Afghanistan dan Taliban mengadakan pembicaraan damai di Qatar, tempat Taliban selama bertahun-tahun mempertahankan kantor politiknya. Negosiasi, yang direncanakan berdasarkan kesepakatan AS yang ditandatangani dengan pemberontak pada 29 Februari lalu, dipandang sebagai peluang terbaik negara itu untuk berdamai.(Baca juga: Taliban Bantai 20 Pasukan Pemerintah Afghanistan di Tengah Pembicaraan Damai )
Negosiasi di Qatar antara Taliban dan negosiator pemerintah Afghanistan dimulai pada bulan September tetapi setelah seremonial awal terjadi kemacetan, terutama dalam hal-hal kecil dari hukum Islam.
Meski negosiasi yang berhasil dipandang penting untuk mengakhiri perang puluhan tahun di Afghanistan, penarikan pasukan AS bergantung pada penghormatan Taliban terhadap komitmen mereka pada perjanjian Februari lalu untuk tidak mendukung kelompok teror dan memerangi semua militan, terutama afiliasi ISIS di kawasan itu.(Lihat video: Dua Kapal Asing Berbendera Vietnam Ditangkap TNI AL )
Taliban belum mengkonfirmasi klaim tersebut, yang tidak mungkin untuk memverifikasi secara independen karena sebagian besar Helmand tidak dapat diakses oleh media.
Selama beberapa tahun terakhir, Taliban telah mengalami kebangkitan. Kelompok militan itu telah menguasai sekitar 80% provinsi, terutama daerah pedesaan, sementara pusat distrik masih di bawah kendali pemerintah.
Gejolak terjadi ketika perwakilan pemerintah Afghanistan dan Taliban mengadakan pembicaraan damai di Qatar, tempat Taliban selama bertahun-tahun mempertahankan kantor politiknya. Negosiasi, yang direncanakan berdasarkan kesepakatan AS yang ditandatangani dengan pemberontak pada 29 Februari lalu, dipandang sebagai peluang terbaik negara itu untuk berdamai.(Baca juga: Taliban Bantai 20 Pasukan Pemerintah Afghanistan di Tengah Pembicaraan Damai )
Negosiasi di Qatar antara Taliban dan negosiator pemerintah Afghanistan dimulai pada bulan September tetapi setelah seremonial awal terjadi kemacetan, terutama dalam hal-hal kecil dari hukum Islam.
Meski negosiasi yang berhasil dipandang penting untuk mengakhiri perang puluhan tahun di Afghanistan, penarikan pasukan AS bergantung pada penghormatan Taliban terhadap komitmen mereka pada perjanjian Februari lalu untuk tidak mendukung kelompok teror dan memerangi semua militan, terutama afiliasi ISIS di kawasan itu.(Lihat video: Dua Kapal Asing Berbendera Vietnam Ditangkap TNI AL )
(ber)
Lihat Juga :