Putin Usul Perjanjian New START Diperpanjang Satu Tahun

Jum'at, 16 Oktober 2020 - 22:37 WIB
loading...
Putin Usul Perjanjian...
Presiden Rusia Vladimir Putin usulkan perjanjian New START diperpanjang satu tahun. Foto/Time
A A A
MOSKOW - Presiden Vladimir Putin mengusulkan Rusia dan Amerika Serikat (AS) memperpanjang perjanjian kontrol senjata nuklir selama satu tahun. Perjanjian yang juga disebut sebagai perjanjian New START itu akan berakhir pada bulan Februari mendatang.

Perjanjian START (Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis) Baru, yang ditandatangani pada tahun 2010, membatasi jumlah hulu ledak nuklir strategis, rudal, dan pembom yang dapat digunakan oleh Rusia dan AS.

Kegagalan untuk memperpanjang pakta akan menghilangkan semua kendala pada penyebaran senjata nuklir strategis AS dan Rusia dan sistem pengiriman mereka, memicu perlombaan senjata pasca Perang Dingin serta ketegangan antara Moskow dan Washington.

Putin, berbicara pada pertemuan melalui tautan video dengan Dewan Keamanan Rusia yang disiarkan di televisi pemerintah, mengatakan perjanjian itu telah bekerja secara efektif sampai sekarang dan akan sangat menyedihkan jika perjanjian itu berhenti bekerja.

"Dalam hal ini, saya mengusulkan memperpanjang perjanjian saat ini tanpa syarat apapun setidaknya selama satu tahun sehingga negosiasi yang berarti dapat dilakukan pada semua parameter masalah," ujarnya seperti dikutip dari Reuters, Jumat (16/10/2020).

Rusia dan AS, yang telah menyerukan agar China dimasukkan dalam perjanjian pengendalian senjata, telah berselisih mengenai perpanjangan pakta tersebut meskipun telah dilakukan pembicaraan selama beberapa bulan.

Pada hari Rabu, Moskow membantah pernyataan AS bahwa kedua belah pihak pada prinsipnya telah mencapai kesepakatan.(Baca juga: Rusia Bantah Telah Sepakat Perpanjang Perjanjian New START )

Perjanjian New START adalah penerus dari Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis (START) asli yang ditandatangani pada tahun 1991 antara Uni Soviet dan Amerika Serikat saat itu.

Kesepakatan senjata antara Presiden Ronald Reagan dan pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev pada 1980-an, dan penerus mereka George H.W. Bush dan Presiden Rusia Boris Yeltsin pada 1990-an, menggarisbawahi kepercayaan yang tumbuh di antara negara adidaya dan berkontribusi untuk mengakhiri Perang Dingin.

Perjanjian itu ditandatangani oleh Presiden AS Barack Obama dan Presiden Rusia kala itu; Dmitry Medvedev, di Praha pada tahun 2010. Perjanjian ini akan berakhir pada tahun 2021.

Bersama dengan perjanjian lain yang dikenal sebagai perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) 1987, perjanjian New START dianggap sebagai pusat kendali senjata negara adidaya. (Baca juga: Jika Rusia Bekukan Senjata Nuklir, AS Siap Perpanjang Perjanjian START )

Moskow telah menangguhkan keikutsertaannya dalam perjanjian INF pada bulan Maret setelah Gedung Putih mengumumkan akan membatalkan perjanjian era Perang Dingin itu dengan alasan Moskow melanggarnya.

Putin menuduh Washington mengikis rezim pengendali senjata global dengan menarik diri dari Perjanjian Misil Anti-Balistik pada 2002 dan kemudian keluar dari perjanjian INF pada Februari.(Lihat video: Pernyataan Bank Dunia Mengenai Undang-Undang Cipta Kerja )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Trump Ingin Buru-Buru...
Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni
Rekomendasi
Dokter Tifa Ditangkap...
Dokter Tifa Ditangkap Polisi dan Dibawa ke Polda Metro Jaya, Ini Kata Kuasa Hukum
Aksi Formula E Berlanjut...
Aksi Formula E Berlanjut ke Sanya, Saksikan Live di VISION+
Kejati Banten Usut Dugaan...
Kejati Banten Usut Dugaan Korupsi 3 Yayasan, Warek II UIN Jakarta Beberkan Bukti Penting
Berita Terkini
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Infografis
3 Pangdam Jebolan Akmil...
3 Pangdam Jebolan Akmil 1992 Teman Satu Angkatan KSAD Jenderal TNI Maruli
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved