Jika Rusia Bekukan Senjata Nuklir, AS Siap Perpanjang Perjanjian START

Rabu, 14 Oktober 2020 - 17:49 WIB
loading...
Jika Rusia Bekukan Senjata...
Amerika Serikat menuturkan, pihaknya siap memperpanjang Perjanjian START Baru dengan Rusia asal Moskow mau membekukan persenjataan nuklir mereka. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Utusan Khusus Amerika Serikat (AS) untuk Pengendalian Senjata, Marshall Billingslea menuturkan, pihaknya siap memperpanjang Perjanjian START Baru dengan Rusia . Kebijakan itu akan diambil bila Moskow mau membekukan persenjataan nuklir mereka.
Berbicara pada konferensi video yang diselenggarakan oleh Heritage Foundation, Billingslea mengatakan negaranya siap untuk memperpanjang START Baru jika kedua negara setuju untuk membatasi atau membekukan persenjataan nuklir mereka. ( Baca juga: Buang Sampah Nuklir di Aljazair, Prancis Masih Rahasiakan Lokasinya )

“Kami sebenarnya bersedia memperpanjang Perjanjian START Baru untuk beberapa waktu, dengan syarat sebagai imbalan mereka menyetujui pembatasan atau pembekuan persenjataan nuklir. Kami bersedia melakukan hal yang sama. Kami telah mengusulkan kompromi, yakni setuju untuk membekukan dan kami akan memperpanjang START Baru untuk beberapa periode waktu," ucapnya.

"Kami siap untuk mencapai kesepakatan ini, pada kenyataannya kami bisa mencapai itu besok, tapi Moskow harus menunjukkan kemauan politik untuk melakukannya juga," sambungnya, seperti dilansir Tass pada Rabu (14/10/2020).

Perjanjian yang memiliki nama panjang Tindakan untuk Pengurangan Lebih Lanjut dan Pembatasan Senjata Ofensif Strategi mulai berlaku pada tanggal 5 Februari 2011. ( Baca juga: Putin Mengaku Belum Hilang Harapan Jalin Kerjasama Keamanan Siber dengan AS )

Ini menetapkan bahwa tujuh tahun setelah berlakunya masing-masing pihak harus memiliki tidak lebih dari 700 rudal balistik antarbenua (ICBM) yang dikerahkan, rudal balistik yang diluncurkan kapal selam (SLBM) dan pembom strategis, serta tidak lebih dari 1.550 hulu ledak pada ICBM yang dikerahkan, SLBM yang dikerahkan dan pembom strategis, dan total 800 peluncur ICBM yang dikerahkan dan tidak dikerahkan.

Perjanjian START Baru akan tetap berlaku selama 10 tahun, hingga 2021, kecuali sebelum tanggal tersebut diganti dengan perjanjian berikutnya tentang pengurangan dan pembatasan senjata ofensif strategis. Perjanjian ini juga dapat diperpanjang tidak lebih dari lima tahun, yaitu, hingga 2026 dengan kesepakatan bersama para pihak.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Cueki Netanyahu,...
Trump Cueki Netanyahu, Tetap Akan Jual Jet Tempur Siluman F-35 AS ke Turki
4 Alasan Jepang Kini...
4 Alasan Jepang Kini Jadi Aliansi Terpenting AS di Asia, Garda Terdepan Melawan Rusia dan China
Rusia Diduga Bantu Iran...
Rusia Diduga Bantu Iran Gempur Pangkalan AS, Trump Akan Tanya Langsung Putin
Mertua Tak Tahu Kondisi...
Mertua Tak Tahu Kondisi Mojtaba Khamenei: Dia Tak Berkomunikasi dengan Orang Mana Pun
Dramatis, FSB Tangkap...
Dramatis, FSB Tangkap Pria Rusia atas Tuduhan Jadi Mata-mata Five Eyes
10 Stasiun Kereta Bawah...
10 Stasiun Kereta Bawah Tanah Terdalam di Dunia, Apa Dibangun untuk Perlindungan saat Perang Nuklir?
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080...
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080 per Dolar AS, Catat Kinerja Terburuk di Asia
Arab Saudi Gempur Hodeidah,...
Arab Saudi Gempur Hodeidah, Houthi Ancam Balas: Konflik Yaman Kembali Memanas
Penembakan Horor di...
Penembakan Horor di Festival Kuliner Seattle, 3 Orang Tewas
Rekomendasi
Indonesia Didorong Kuasai...
Indonesia Didorong Kuasai Teknologi dan Inovasi Perkuat Industrialisasi Hijau
Eks Kasi Intelijen Cukai...
Eks Kasi Intelijen Cukai Didakwa Terima Gratifikasi Rp7,6 Miliar dari John Field hingga Pengusaha Rokok
Kementerian Hukum Serahkan...
Kementerian Hukum Serahkan SK Penegasan WNI kepada 7 Warga Keturunan Filipina di Bitung
Berita Terkini
Trump Cueki Netanyahu,...
Trump Cueki Netanyahu, Tetap Akan Jual Jet Tempur Siluman F-35 AS ke Turki
4 Alasan Jepang Kini...
4 Alasan Jepang Kini Jadi Aliansi Terpenting AS di Asia, Garda Terdepan Melawan Rusia dan China
Rusia Diduga Bantu Iran...
Rusia Diduga Bantu Iran Gempur Pangkalan AS, Trump Akan Tanya Langsung Putin
Mertua Tak Tahu Kondisi...
Mertua Tak Tahu Kondisi Mojtaba Khamenei: Dia Tak Berkomunikasi dengan Orang Mana Pun
Penegasan sebagai Negara...
Penegasan sebagai Negara Yahudi, Bahasa Arab Dilarang Digunakan Warga Palestina di Israel
Kim Jong-un Ajak Putrinya...
Kim Jong-un Ajak Putrinya Peringati Perang Korea untuk Pertama Kalinya, Ini Penampakannya
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved