Protes Raja Tak Berhenti, Thailand Larang Demonstrasi

Jum'at, 16 Oktober 2020 - 10:15 WIB
loading...
Protes Raja Tak Berhenti,...
Mobil iring-iringan kerajaan Ratu Suthidadan Pangeran Dipangkorn melintas dekat para demonstran anti-pemerintah di Bangkok, Thailand, kemarin. Foto/Reuters
A A A
BANGKOK - Pemerintah Thailand mengeluarkan dekrit darurat yang melarang demonstrasi dan publikasi berita yang sensitif. Langkah itu bertujuan menghentikan gerakan antimonarki dan menuntut pembatasan kekuasaan Raja Maha Vajiralongkorn yang meluas di kalangan generasi muda di Negeri Gajah Putih itu.

Dekrit itu juga bertujuan menghalangi merebaknya gerakan pemuda yang meminta pengunduran diri Perdana Menteri (PM) Prayuth Chan’ocha, mantan pemimpin junta militer. Dekrit itu juga dianggap sebagai bentuk ketakutan pemerintahan dan Kerajaan Thailand terhadap gerakan generasi milenial yang mulai peduli dengan nasib demokrasi di negara tersebut.



Selang hanya 30 menit setelah dekrit darurat diumumkan pada pukul 04.00 pagi kemarin, polisi antihuru-hara langsung membubarkan kemah milik ribuan anak muda yang berada di luar kantor PM Prayuth. Polisi menangkap lebih dari 20 anak muda yang menolak bekerja sama, termasuk dua pemimpin demonstrasi yang vokal mengkritik kerajaan. (Baca: Inilah Tabiat Buruk Suami yang Harus Dijauhi)

Dekrit itu juga melarang perkumpulan lebih dari lima orang. Itu juga mengatur gangguan terhadap konvoi rombongan kerajaan sebagai gangguan terhadap keamanan, merusak ekonomi, dan berisiko menyebarkan virus korona. “Saat ini sangat penting untuk memberlakukan langkah untuk mengakhiri situasi ini dengan efektif dan menegakkan perdamaian dan tatanan,” demikian bunyi dekrit dilansir Reuters.

Demonstrasi terakhir dihadiri ribuan anak muda pada Rabu (14/10) lalu. Mereka berpawai dari Gedung Pemerintah dan berjanji bertahan hingga Prayuth mengundurkan diri. Sebagian orang mulai meninggalkan lokasi demonstrasi semalam. Hanya sebagian kecil pengunjuk rasa mencoba bertahan melawan polisi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
Bebas dari Penjara,...
Bebas dari Penjara, Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Raja Thailand
PP Himmah: Waspada Aksi...
PP Himmah: Waspada Aksi Reformasi Jilid II Dimanfaatkan Hambat Program Pemerintah
3 Pelaut India Tewas...
3 Pelaut India Tewas Akibat Serangan Kapal Tanker oleh AS di Lepas Pantai Oman
Ini Isi Perjanjian Damai...
Ini Isi Perjanjian Damai AS-Iran yang Diklaim Trump, Tak Ada Ganti Rugi Perang
Rekomendasi
Rumah Anisa Rahma 80...
Rumah Anisa Rahma 80 Persen Terbakar, Ruang Berisi 3.500 Al-Quran Tetap Utuh
Jumhur Dorong Penanaman...
Jumhur Dorong Penanaman Bambu untuk Serap Emisi dan Tingkatkan Penghasilan Warga
Rekor Sempurna Belanda...
Rekor Sempurna Belanda Terjaga di Piala Dunia, Virgil van Dijk Jadi Sorotan
Berita Terkini
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
2 Helikopter Tabrakan...
2 Helikopter Tabrakan di Rio de Janeiro Tewaskan 6 Orang, Termasuk Penyanyi Oliver Tree
Anggota Kongres AS:...
Anggota Kongres AS: Kesepakatan dengan Iran Adalah Kekalahan Trump dan Amerika!
Ini Poin-poin Penting...
Ini Poin-poin Penting Kesepakatan AS-Iran, Diteken di Jenewa Jumat Mendatang
AS dan Iran Capai Kesepakatan,...
AS dan Iran Capai Kesepakatan, Perang Berakhir
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved