Perang Armenia-Azerbaijan Meningkat, Relawan Nagorno-Karabakh Dibekali Senjata
Jum'at, 16 Oktober 2020 - 06:09 WIB
loading...
A
A
A
Akibat perang, di wilayah Martuni, sejumlah rumah dan bangunan rusak parah akibat penembakan.(Baca juga: Jika Serang Jaringan Pipa Minyak, Azerbaijan Ancam Hajar Armenia )
Keluarga Benik Osepyan (91) menyisir puing-puing rumah mereka, memunguti barang-barang yang selamat dari serangan tersebut.
Penduduk Martuni mendapatkan Kalashnikov mereka sehari setelah pemimpin Nagorno-Karabakh, Arayik Harutyunyan, mengumumkan peraturan tentang "partisipasi pasukan milisi" dalam pertempuran tersebut.
Pada hari Kamis, ia juga memberlakukan pembatasan perjalanan bagi mereka yang memenuhi syarat untuk wajib militer, yang memungkinkan mereka meninggalkan wilayah tersebut hanya dalam keadaan khusus dan dengan izin dari pihak berwenang.
Pertempuran baru-baru ini di Nagorno-Karabakh meletus pada 27 September lalu dan telah menewaskan ratusan orang. Ini menandai eskalasi terbesar dari konflik selama puluhan tahun di wilayah yang terletak di Azerbaijan tetapi telah di bawah kendali pasukan etnis Armenia yang didukung oleh Armenia.
Kekerasan - yang melibatkan artileri berat, roket, dan pesawat tak berawak - terus mengamuk meskipun Rusia berupaya untuk menengahi gencatan senjata.(Baca juga: Armenia Sebut Rusia Tokoh Kunci Proses Perdamaian dengan Azerbaijan )
Keluarga Benik Osepyan (91) menyisir puing-puing rumah mereka, memunguti barang-barang yang selamat dari serangan tersebut.
Penduduk Martuni mendapatkan Kalashnikov mereka sehari setelah pemimpin Nagorno-Karabakh, Arayik Harutyunyan, mengumumkan peraturan tentang "partisipasi pasukan milisi" dalam pertempuran tersebut.
Pada hari Kamis, ia juga memberlakukan pembatasan perjalanan bagi mereka yang memenuhi syarat untuk wajib militer, yang memungkinkan mereka meninggalkan wilayah tersebut hanya dalam keadaan khusus dan dengan izin dari pihak berwenang.
Pertempuran baru-baru ini di Nagorno-Karabakh meletus pada 27 September lalu dan telah menewaskan ratusan orang. Ini menandai eskalasi terbesar dari konflik selama puluhan tahun di wilayah yang terletak di Azerbaijan tetapi telah di bawah kendali pasukan etnis Armenia yang didukung oleh Armenia.
Kekerasan - yang melibatkan artileri berat, roket, dan pesawat tak berawak - terus mengamuk meskipun Rusia berupaya untuk menengahi gencatan senjata.(Baca juga: Armenia Sebut Rusia Tokoh Kunci Proses Perdamaian dengan Azerbaijan )
Lihat Juga :