Thailand Larang Segala Bentuk Unjuk Rasa dengan Dekrit Darurat
Kamis, 15 Oktober 2020 - 12:18 WIB
loading...
A
A
A
BBC kemudian mengetahui bahwa mereka yang ditangkap termasuk para pemimpin protes yakni pengacara hak asasi manusia (HAM) Anon Nampa, aktivis mahasiswa Parit Chiwarak, yang dijuluki “Penguin” dan Panusaya Sithijirawattanakul. (Lihat Infografis: Senapan Runduk Masa Depan Rusia, Havoc Berjangkauan 7 Kilometer)
Dalam rekaman video yang dirilis online, para personel kepolisian membacakan dakwaan pada Panusaya di ruangan sebelum wanita aktivis itu digiring keluar ruangan. (Lihat Video: 160 Juta Warga Jadi Prioritas Penerimaan Vaksin Covid-19)
Anon, 36, yang pertama kali membongkar tabu membahas kerajaan Thailand dengan menyerukan reformasi pada Agustus. Panusaya menjadi salah satu wajah paling terkenal dari protes itu sejak wanita itu membaca 10 poin manifesto mendesak reformasi kerajaan akhir bulan itu. Panusaya, 21, telah ditahan hingga sekarang.
Dekrit dari PM Thailand Prayuth Chan-ocha itu diumumkan di televisi nasional. Menurut dekrit itu, pengunjuk rasa berniat memicu insiden yang mengakibatkan kekacauan dan konflik serta kekacauan publik.
Sejumlah pengunjuk rasa mengangkat salut tiga jari yang menjadi simbol gerakan protes di depan konvoi ratu saat mereka didorong mundur oleh personel kepolisian.
Dalam rekaman video yang dirilis online, para personel kepolisian membacakan dakwaan pada Panusaya di ruangan sebelum wanita aktivis itu digiring keluar ruangan. (Lihat Video: 160 Juta Warga Jadi Prioritas Penerimaan Vaksin Covid-19)
Anon, 36, yang pertama kali membongkar tabu membahas kerajaan Thailand dengan menyerukan reformasi pada Agustus. Panusaya menjadi salah satu wajah paling terkenal dari protes itu sejak wanita itu membaca 10 poin manifesto mendesak reformasi kerajaan akhir bulan itu. Panusaya, 21, telah ditahan hingga sekarang.
Dekrit dari PM Thailand Prayuth Chan-ocha itu diumumkan di televisi nasional. Menurut dekrit itu, pengunjuk rasa berniat memicu insiden yang mengakibatkan kekacauan dan konflik serta kekacauan publik.
Sejumlah pengunjuk rasa mengangkat salut tiga jari yang menjadi simbol gerakan protes di depan konvoi ratu saat mereka didorong mundur oleh personel kepolisian.
Lihat Juga :