Pembakar Alquran Asal Denmark Ancam Bakar Ratusan Alquran Lagi

Selasa, 13 Oktober 2020 - 12:01 WIB
loading...
Pembakar Alquran Asal...
Pengacara dan politisi asal Denmark, Rasmus Paludan. Foto/REUTERS
A A A
KOPENHAGEN - Pengacara dan politisi asal Denmark , Rasmus Paludan, dilarang masuk Swedia selama dua tahun setelah dianggap sebagai ancaman bagi keamanan negara itu.

Paludan pun membalas dengan meminta ganti rugi sebesar USD110.000 dan berencana membakar beberapa ratus Alquran lagi.

Paludan merupakan pemimpin Partai Garis Keras etno-nasionalis yang mengaku telah memperoleh kewarganegaraan Swedia. Dia pun berniat menggunakan statusnya sebagai warga Swedia untuk melakukan lebih banyak aksinya.

Dia didakwa dalam kasus kriminal di Denmark karena memicu kebencian rasial, dan sebelumnya telah dilarang masuk Swedia selama dua tahun untuk mencegahkan melakukan aksi pembakaran Alquran. Partainya menganggap aksi pembakaran Alquran itu sebagai perayaan bagi kebebasan berbicara.

Larangan masuk Swedia itu tidak akan sah karena dia sudah menjadi warganegara Swedia, karena salah satu orang tuanya warga Swedia. (Baca Juga: Ekstremis Denmark Kembali Bakar Al-Qur'an di Wilayah Komunitas Muslim)

Meski demikian, badan imigrasi Swedia mengonfirmasi bahwa Paludan telah menjadi warga negara Swedia tapi tidak diberi kewarganegaraan. (Lihat Video: Gubernur Jatim Hadiri Upacara HUT Jatim ke-75)

"Saya harap kami dapat melakukan aktivitas di Swedia akhir tahun ini. Ini tidak sulit menjadi warga Swedia karena faktanya saya tidak melakukan apapun. Saya menjadi salah satu warga saat orangtua saya menikah pada 1989," kata Paludan. (Lihat Infografis: Truk Monster Pembawa Rudal Raksasa Milik Korea Utara)

"Saya mungkin akan membutuhkan paspor Swedia sebelum saya bisa masuk. Jika ada orang Arab dengan seragam polisi yang tidak tahu apa aturannya, ini mungkin akan membantu memiliki paspor Swedia," tutur Paludan yang menyebut upaya kepolisian Swedia untuk menerapkan multikulturalisme.

Paludan menyatakan kebijakan imigrasi Swedia yang lunak adalah ancaman bagi Denmark dan membenarkan aktivitasnya. Berunjuk rasa di Swedia akan meyakinkan para pemilih Denmark untuk memilih partainya, keberaniannya, menekankan bahwa pemerintah Swedia telah melanggar konstitusi dengan melarangnya masuk.

"Itu sangat serius. Mungkin kami akan membakar beberapa ratus Alquran sebagai respon atas serangan serius pada integritas saya," kata Paludan yang meminta ganti rugi dari pemerintah Swedia sebesar USD110.000.

Pada Agustus, sekelompok aktivis dari Partai Garis Keras mengunggah video mereka membakar Alquran di Malmo, diikuti aksi serupa di kota-kota Swedia lainnya. Ini memicu kerusuhan dan puluhan orang ditangkap.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
9 Kota di Mana Matahari...
9 Kota di Mana Matahari Hampir Tidak Pernah Terbenam atau Terbit saat Musim Panas
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
706 Paus dan Lumba-lumba...
706 Paus dan Lumba-lumba Dibantai, Laut Ini Berubah Jadi Perairan Darah
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Denmark Rogoh Rp757...
Denmark Rogoh Rp757 Miliar untuk Beli Rudal AS, Agar Greenland Tak Dicaplok Trump
Tinta Karbon dan Kulit...
Tinta Karbon dan Kulit Hewan Mewarnai Keunikan Al-Quran Berusia 1.000 Tahun
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Tragis, Ibu Hamil 9...
Tragis, Ibu Hamil 9 Bulan dan 4 Anaknya Tewas akibat Kebakaran Apartemen
Rekomendasi
7 Fakta Menarik Inggris...
7 Fakta Menarik Inggris Buntu Lawan Ghana di Piala Dunia 2026: Harry Kane Mandul
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Berita Terkini
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Infografis
Ancam Hancurkan Separuh...
Ancam Hancurkan Separuh Dunia, Ini Kekuatan Sebenarnya Senjata Nuklir Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved