Pilpres Amerika Serikat, Trump Masih Punya Kesempatan Menang

Senin, 12 Oktober 2020 - 10:15 WIB
loading...
A A A
Analisis tersebut memang sangat sulit untuk dibuktikan dengan model statistik, seperti Jack Kersting, FiveThirtyEight, dan the Economist. Kesempatan Trump untuk menang 1 banding 7 hingga 1 banding 11 memang diabaikan dalam semua model tersebut, tapi dalam pendekatan Enten, hal itu bisa saja terjadi. (Baca juga: Pilkada di Masa Pandei, perlu Ada Jaminan dari Penyelenggara Pemilu)

“Lihatlah Buffalo Bills yang memiliki kesempatan 1 banding 6 pada babak playoffs musim NFL 2017. Dengan menang melawan Miami dan Baltimore hingga Cincinnati, Bills bisa mendapatkan kemenangan pertama sejak 1999,” kata Enten.

Dari sejarah, Biden juga bisa dibuktikan ketika dia kalah tiga kali pada pemilu pendahuluan, tapi dia bisa memenangkan nominasi tiket presiden Partai Demokrat. Biden memiliki satu dari enam kesempatan menang. “Faktanya, hal itu tidak bisa terjadi sepanjang waktu,” katanya.

Pandangan senada juga diungkapkan pakar jajak pendapat Partai Republik, Whit Ayers. “Ketika seseorang kandidat memiliki debat yang jelek, tetapi Biden hanya memiliki margin yang normal,” katanya dilansir Bloomberg. Dengan demikian, kata dia, defisitnya masih sekitar 7–8 poin dan hal itu mengalami defisit yang substansial.

Hal senada juga diungkapkan Jesse Wegman, analis politik The New York Times. “Trump bisa menang pemilu presiden karena electoral college (suara elektoral),” katanya. Trump memiliki kesempatan menang karena demokrasi di AS bukan satu orang, satu suara, tetapi demokrasi AS menerapkan pengumpulan ide dan praktik yang didasarkan pada konsep dua abad lalu.

“Sistem elektoral memang kompleks, tidak representatif, dan tidak baru sehingga dinilai tidak demokratis,” katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Pasukan Israel Ditipu...
Pasukan Israel Ditipu Pimpinan, Dikirim Perang dengan Jumlah Personel dan Tank Tak Sesuai Janji
Rekomendasi
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
KPK: Sebelum Serahkan...
KPK: Sebelum Serahkan Amplop ke Menhut, Bupati Kuansing Kumpulkan SGD 46.500
Berita Terkini
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
Infografis
Daftar Pejabat Amerika...
Daftar Pejabat Amerika Serikat yang Dilantik dengan Al-Quran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved