PBB Umumkan Dimulainya Kembali Pembicaraan Intra-Libya
Minggu, 11 Oktober 2020 - 17:48 WIB
loading...
Misi Dukungan PBB di Libya (UNSMIL) mengumumkan dimulainya kembali pembicaraan politik dan militer antara faksi yang bertikai di Libya. Foto/Ist
A
A
A
TRIPOLI - Misi Dukungan PBB di Libya (UNSMIL) mengumumkan dimulainya kembali pembicaraan politik dan militer antara faksi yang bertikai di Libya . Pembicaraan ini, menurut UNSMIL, dimaksudkan untuk menghasilkan konsensus tentang kerangka kerja dan pengaturan pemerintahan terpadu.
UNSMIL mengatakan, pembicaraan yang dinamai Forum Dialog Politik Libya (LPDF) diharapkan akan mengarah pada penyelenggaraan pemilihan nasional lebih awal untuk memulihkan kedaulatan dan legitimasi demokrasi lembaga Libya.
"Peserta di LPDF akan diambil dari konstituensi utama Libya, berdasarkan prinsip inklusivitas, perwakilan geografis yang adil, etnis, politik, kesukuan, dan sosial, dan dengan komitmen yang kuat untuk partisipasi yang berarti dari perempuan dan pemuda Libya," ucapnya, seperti dilansir Xinhua pada Minggu (10/11/2020).
UNSMIL menegaskan bahwa mereka akan berusaha untuk memastikan konsultasi yang luas, transparansi, dan pendekatan berbasis hak selama proses yang dipimpin dan dimiliki Libya ini. ( Baca juga: Kompak, Rusia dan China Blokir Laporan PBB Soal Pelanggaran Sanksi Libya)
"UNSMIL mewajibkan peserta LPDF untuk menarik diri dari posisi politik dan kedaulatan dalam pengaturan eksekutif baru, dan untuk bersidang dengan itikad baik, dengan semangat kerja sama dan solidaritas untuk kepentingan bangsa mereka, dan untuk menahan diri dari penggunaan ujaran kebencian dan hasutan untuk melakukan kekerasan," ungkapnya.
UNSMIL mengatakan, pembicaraan yang dinamai Forum Dialog Politik Libya (LPDF) diharapkan akan mengarah pada penyelenggaraan pemilihan nasional lebih awal untuk memulihkan kedaulatan dan legitimasi demokrasi lembaga Libya.
"Peserta di LPDF akan diambil dari konstituensi utama Libya, berdasarkan prinsip inklusivitas, perwakilan geografis yang adil, etnis, politik, kesukuan, dan sosial, dan dengan komitmen yang kuat untuk partisipasi yang berarti dari perempuan dan pemuda Libya," ucapnya, seperti dilansir Xinhua pada Minggu (10/11/2020).
UNSMIL menegaskan bahwa mereka akan berusaha untuk memastikan konsultasi yang luas, transparansi, dan pendekatan berbasis hak selama proses yang dipimpin dan dimiliki Libya ini. ( Baca juga: Kompak, Rusia dan China Blokir Laporan PBB Soal Pelanggaran Sanksi Libya)
"UNSMIL mewajibkan peserta LPDF untuk menarik diri dari posisi politik dan kedaulatan dalam pengaturan eksekutif baru, dan untuk bersidang dengan itikad baik, dengan semangat kerja sama dan solidaritas untuk kepentingan bangsa mereka, dan untuk menahan diri dari penggunaan ujaran kebencian dan hasutan untuk melakukan kekerasan," ungkapnya.
Lihat Juga :