Studi Ungkap Covid-19 Bisa Bertahan 30 Menit di Dalam Lift

Minggu, 11 Oktober 2020 - 06:45 WIB
loading...
Studi Ungkap Covid-19...
Ilustrasi
A A A
AMSTERDAM - Partikel sarat virus Corona dapat bertahan hingga 30 menit di lift jika pintunya ditutup. Hal itu terungkap dalam studi yang dilakukan UvA Institute of Physics dan Universitas Amsterdam, Belanda.

Menurut studi tersebut, Aerosol dapat bertahan selama 10-20 menit di dalam lift selama operasi normal. Jarak waktu tersebut dapat berkurang secara drastis jika lift dibiarkan terbuka selama beberapa menit.

(Baca: Pengelola Kantor, Wajib Mematuhi Protokol Kesehatan )

“Kami menemukan bahwa selama operasi normal seperti itu, dibutuhkan waktu 12 hingga 18 menit sebelum jumlah partikel Aerosol berkurang dengan faktor seratus. Saat pintu lift terbuka secara permanen, waktu ini berkurang menjadi dua hingga hingga menit," kata Daniel Bonn, salah satu peneliti utama studi tersebut, seperti dilansir Al Arabiya.

Para peneliti dapat mensimulasikan serangkaian batuk menggunakan nosel semprot yang dirancang khusus yang mereka semprotkan dalam jumlah tetesan yang terkendali. Untuk mendeteksi Aerosol di lift, peneliti menggunakan laser untuk menerangi partikel Aerosol dan menghitungnya.

Dalam studi tersebut, peneliti merekomendasikan pintu lift dibiarkan terbuka untuk jangka waktu yang lebih lama jika memungkinkan dan bagi orang-orang untuk menghindari berbicara, dan batuk di lift atau memakai masker wajah yang tepat untuk menghindari penularan.

“Ternyata, ventilasi di dalam semua lift yang diteliti dalam posisi diam otomatis mati, setelah satu atau dua menit. Ini tentu saja dapat dengan mudah diperpanjang dengan memprogram ulang perangkat lunak kontrol tindakan,” kata Cees van Rijn, rekan peneliti studi tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Eropa Kepanasan tapi...
Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
Houthi Akan Tutup Selat...
Houthi Akan Tutup Selat Bab el-Mandeb Jika AS Serang Fasilitas Energi Iran
Ketika Raja Charles...
Ketika Raja Charles Terkagum-kagum dengan Masjid Cambridge: Saya Sangat Terkesan!
Rekomendasi
Penguatan Kualitas Lulusan...
Penguatan Kualitas Lulusan Terus Digencarkan SGU
Jadi Investor Fiktif,...
Jadi Investor Fiktif, 10 WNA Ditangkap Imigrasi
OTT di Lombok Barat,...
OTT di Lombok Barat, KPK Sita Barang Bukti Rp9,06 Miliar
Berita Terkini
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Infografis
Pentagon: China Bisa...
Pentagon: China Bisa Hancurkan Semua Kapal Induk AS dalam 20 Menit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved