Armenia Tuduh Azerbaijan Gempur Katedral Bersejarah di Nagorno-Karabakh
Jum'at, 09 Oktober 2020 - 10:16 WIB
loading...
A
A
A
Seorang pastor di katedral yang hancur mengatakan kepada Associated Press bahwa dia sedih atas serangan itu. (Baca: Pasukan Armenia Hujani Desa-desa Azerbaijan dengan Rudal dan Artileri )
"Saya merasakan sakitnya dinding katedral kami yang indah hancur," kata Pastor Andreas, yang dilansir Jumat (9/10/2020). "Saya merasakan sakit karena hari ini dunia tidak bereaksi terhadap apa yang terjadi di sini dan bahwa anak laki-laki kami sekarat karena mempertahankan Tanah Air kami."
Katedral di kota Shusha dibangun pada abad ke-19 dan sebelumnya mengalami kerusakan selama kekerasan etnis pada tahun 1920. Bangunan dipulihkan setelah bentrokan pada tahun 1990-an. Itu milik Gereja Apostolik Armenia.
Pertempuran di wilayah itu pecah dua minggu lalu, menewaskan ratusan orang—termasuk sedikitnya 350 anggota militer Nagorno-Karabakh, pasukan Azerbaijan dalam jumlah yang tidak diketahui, dan sejumlah warga sipil.
Terlepas dari seruan internasional untuk tenang, pertempuran terus berlanjut dengan artileri berat, pesawat tempur, dan drone.
Konflik telah memanas sejak akhir 1980-an, ketika Azerbaijan dan Armenia berperang memperebutkan wilayah yang disengketakan di tengah runtuhnya Uni Soviet. (Baca juga: Putin Serukan Diakhirinya Perang Armenia vs Azerbaijan di Nagorno-Karabakh )
"Saya merasakan sakitnya dinding katedral kami yang indah hancur," kata Pastor Andreas, yang dilansir Jumat (9/10/2020). "Saya merasakan sakit karena hari ini dunia tidak bereaksi terhadap apa yang terjadi di sini dan bahwa anak laki-laki kami sekarat karena mempertahankan Tanah Air kami."
Katedral di kota Shusha dibangun pada abad ke-19 dan sebelumnya mengalami kerusakan selama kekerasan etnis pada tahun 1920. Bangunan dipulihkan setelah bentrokan pada tahun 1990-an. Itu milik Gereja Apostolik Armenia.
Pertempuran di wilayah itu pecah dua minggu lalu, menewaskan ratusan orang—termasuk sedikitnya 350 anggota militer Nagorno-Karabakh, pasukan Azerbaijan dalam jumlah yang tidak diketahui, dan sejumlah warga sipil.
Terlepas dari seruan internasional untuk tenang, pertempuran terus berlanjut dengan artileri berat, pesawat tempur, dan drone.
Konflik telah memanas sejak akhir 1980-an, ketika Azerbaijan dan Armenia berperang memperebutkan wilayah yang disengketakan di tengah runtuhnya Uni Soviet. (Baca juga: Putin Serukan Diakhirinya Perang Armenia vs Azerbaijan di Nagorno-Karabakh )
Lihat Juga :