Waswas Agresi China, AS Ancam Daratkan Kapal-kapal Amfibi ke Taiwan
Kamis, 08 Oktober 2020 - 15:21 WIB
loading...
A
A
A
Komentar O'Brien datang pada saat China secara signifikan meningkatkan aktivitas militer di dekat Taiwan dan ketika hubungan AS-China telah jatuh ke titik terendah dalam beberapa dekade.
O'Brien mengulangi seruan AS agar Taiwan membelanjakan lebih banyak uangnya untuk pertahanannya sendiri dan untuk melakukan reformasi militer untuk menjelaskan kepada China tentang risikonya jika mencoba menyerang. (Baca juga: Indonesia Lontarkan Peringatan Keras kepada China soal Laut China Selatan )
"Anda tidak bisa hanya menghabiskan 1 persen dari PDB Anda, yang telah dilakukan Taiwan—1,2 persen—untuk pertahanan, dan berharap untuk menghalangi China yang terlibat dalam pembangunan militer terbesar dalam 70 tahun," ujarnya.
"Taiwan perlu mengubah diri mereka menjadi landak secara militer. Singa umumnya tidak suka makan landak," katanya.
Pada hari Selasa, seorang pejabat senior pertahanan AS untuk Asia Timur menyebut rencana Taiwan untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan sebesar USD1,4 miliar tahun depan tidak cukup. Menurutnya, pulau itu perlu berinvestasi dalam kemampuan termasuk memperbanyak rudal jelajah, ranjau laut, kapal serang cepat, artileri mobile, dan aset pengawasan canggih.
O'Brien mengulangi seruan AS agar Taiwan membelanjakan lebih banyak uangnya untuk pertahanannya sendiri dan untuk melakukan reformasi militer untuk menjelaskan kepada China tentang risikonya jika mencoba menyerang. (Baca juga: Indonesia Lontarkan Peringatan Keras kepada China soal Laut China Selatan )
"Anda tidak bisa hanya menghabiskan 1 persen dari PDB Anda, yang telah dilakukan Taiwan—1,2 persen—untuk pertahanan, dan berharap untuk menghalangi China yang terlibat dalam pembangunan militer terbesar dalam 70 tahun," ujarnya.
"Taiwan perlu mengubah diri mereka menjadi landak secara militer. Singa umumnya tidak suka makan landak," katanya.
Pada hari Selasa, seorang pejabat senior pertahanan AS untuk Asia Timur menyebut rencana Taiwan untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan sebesar USD1,4 miliar tahun depan tidak cukup. Menurutnya, pulau itu perlu berinvestasi dalam kemampuan termasuk memperbanyak rudal jelajah, ranjau laut, kapal serang cepat, artileri mobile, dan aset pengawasan canggih.
(min)
Lihat Juga :