Waswas Agresi China, AS Ancam Daratkan Kapal-kapal Amfibi ke Taiwan

Kamis, 08 Oktober 2020 - 15:21 WIB
loading...
Waswas Agresi China,...
Tentara Taiwan ambil bagian dalam latihan perang dengan melakukan simulasi merespons invasi China. Foto/REUTERS/Tyrone Siu
A A A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mulai waswas dengan China yang bertekad merebut kembali Taiwan dengan kekuatan militer. Washington pun mengancam akan mendaratkan kapal-kapal perang amfibi ke pulau tersebut sebagai pembela.

Ancaman Washington itu disampaikan Penasihat Keamanan Nasional AS Robert O'Brien. Dalam sebuah acara di University of Nevada di Las Vegas, O'Brien mengatakan China terlibat dalam penumpukan Angkatan Laut besar-besaran yang mungkin tidak terlihat sejak upaya Jerman untuk bersaing dengan Angkatan Laut Kerajaan Inggris sebelum Perang Dunia Pertama. (Baca: China Latihan Perang Lagi di Laut China Selatan, Taiwan Khawatir Perang Pecah )

"Bagian dari itu adalah memberi mereka kemampuan untuk mendorong kami keluar dari Pasifik Barat, dan memungkinkannya melakukan pendaratan (kapal-kapal) amfibi di Taiwan," katanya, seperti dikutip Reuters, Kamis (8/10/2020).

"Masalahnya adalah pendaratan amfibi sangat sulit," ujar O'Brien, merujuk pada jarak 160 km antara China dan Taiwan dan kurangnya area pendaratan pantai di pulau itu.

"Ini bukan tugas yang mudah, dan ada juga banyak ambiguitas tentang apa yang akan dilakukan Amerika Serikat sebagai respons atas serangan China terhadap Taiwan," lanjut O'Brien, ketika ditanya apa pilihan AS jika China bergerak untuk mencoba menginvasi Taiwan. (Baca: Taiwan Habiskan Rp13 Triliun untuk Usir Jet Tempur China Tahun Ini )

O'Brien mengacu pada kebijakan lama AS tentang "strategi ambigu" ketika menjawab pertanyaan apakah Amerika akan campur tangan untuk melindungi Taiwan, yang dianggap China sebagai provinsinya dan telah berjanji untuk menyatukannya kembali dengan China daratan, bahkan dengan kekerasan militer jika perlu.

Amerika Serikat diwajibkan oleh undang-undang untuk memberi Taiwan sarana untuk membela diri, tetapi belum dijelaskan apakah akan campur tangan secara militer jika terjadi serangan China, sesuatu yang kemungkinan besar akan mengarah pada konflik yang lebih luas dengan Beijing.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Pemerintah Arab Saudi...
Pemerintah Arab Saudi Cuci Ka'bah Hari Ini, Gunakan Air Zamzam dan Wewangian
Rekomendasi
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Mencicipi Lima Abad...
Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua
Jokowi Hadiri HUT Ke-80...
Jokowi Hadiri HUT Ke-80 Bhayangkara di Cikeas
Berita Terkini
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved