Gertak Rusia dan China, Kapal Induk Paling Mematikan Inggris Manuver Besar-besaran

Selasa, 06 Oktober 2020 - 14:11 WIB
loading...
Gertak Rusia dan China,...
Kapal induk Inggris, HMS Queen Elizabeth, dengan jet-jet tempur siluman F-35B di deknya. Foto/LPhot Kyle Heller/Daily Mirror
A A A
LONDON - Armada kapal perang paling mematikan Inggris telah berkumpul di Laut Utara dalam unjuk kekuatan besar-besaran terhadap Rusia dan China . Di tengah armada itu terdapat kapal induk terbesar negara itu, HMS Queen Elizabeth, yang sarat dengan jet tempur siluman F-35B yang terbaik dari Amerika Serikat (AS) dan Inggris.

Kapal Induk HMS Queen Elizabeth bergabung dengan sembilan kapal perang, 15 jet tempur, 11 helikopter dan 3.000 tentara dari Inggris, AS dan Belanda. Berbagai senjata perang mematikan itu bermanuver bersama dalam latihan perang NATO Joint Warrior 2020 yang dimulai 3 Oktober. (Baca: China Tembakkan Rudal Pembunuh Kapal Induk, Peringatan untuk AS )

Kapal induk tersebut adalah impian para politisi Inggris di akhir tahun 1990-an. Butuh 24 tahun perencanaan dan pembangunan, dan sekarang sudah siap untuk misi laut lepas besar pertamanya tahun depan.

Pesawat tempur Typhoon peringatan cepat Angkatan Udara Kerajaan (RAF) Inggris berada dalam siaga tinggi untuk dilesatkan jika Rusia menyebarkan pesawat mata-mata pembom jarak jauhnya ke wilayah tersebut untuk memantau kemampuan kapal induk.

Militer Inggris juga diyakini mengerahkan kapal pengintai anti-kapal selam dan kapal selam di wilaya daerah tersebut untuk mencoba dan mendeteksi kapal selam Rusia. (Baca: Debat di Radio, Indonesia Usir Kapal Coast Guard China dari Perairan Natuna )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Catat! Biaya Visa Masuk...
Catat! Biaya Visa Masuk Jepang Naik 5 Kali Lipat, Jadi Rp1,7 Juta
Rekomendasi
MLSC All-Stars 2026:...
MLSC All-Stars 2026: 12 Tim Terbaik Siap Berebut Gelar Juara di Kudus
Wujudkan Liburan Impian...
Wujudkan Liburan Impian Tanpa Beban dengan Cashback Rp350.000
Tokocrypto Resmi Bergabung...
Tokocrypto Resmi Bergabung ke Ekosistem ICEX Group, Proses Migrasi Lima PAKD Selesai
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
Tegang, Jet Tempur China...
Tegang, Jet Tempur China Kejar Pesawat AS Dekat Kapal Induk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved