Azerbaijan Rayakan Mundurnya Sebagian Pasukan Pro-Armenia di Nagorno-Karabakh
Selasa, 06 Oktober 2020 - 08:59 WIB
loading...
A
A
A
Pihak Armenia bersikeras, unit Azerbaijan menjadi sasaran tembakan artileri intensif dan kehilangan sekitar 200 tentara sebelum sisanya melarikan diri.
"Tentara pertahanan Artsakh menggunakan trik taktis, menciptakan kesan mundur oleh unit Azerbaijan . Musuh berusaha menduduki posisi yang ditinggalkan dan terjebak. Serangan artileri yang kuat menghancurkan sebagian besar unit Azerbaijan. Musuh meninggalkan 200 KIA (killed in action) dan melarikan diri," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Armenia, Shushan Stepanyan, via akun Twitter-nya @ShStepanyan.
Pertempuran di Nagorno-Karabakh—wilayah berpenduduk mayoritas Armenia yang dianggap sebagai bagian dari Azerbaijan di bawah hukum internasional, yang menyatakan kemerdekaan dan tetap di bawah kendali Yerevan sejak gencatan senjata tahun 1994-pecah seminggu yang lalu. (Baca: Perang Terus Bekecamuk, Armenia Merudal Mingachevir Azerbaijan )
Armenia dan Azerbaijan saling menyalahkan atas pecahnya konflik. Kedua negara pecahan Soviet ini juga saling menuduh satu sama lain menyerang sasaran sipil, sambil secara teratur melaporkan kerugian di pihak musuh dan kemenangan militer mereka sendiri.
Yerevan telah berjanji untuk melakukan segalanya untuk membela etnis Armenia di Nagorno-Karabakh dari serangan Azerbaijan . Sedangkan Baku bersikeras bahwa mereka bekerja untuk perdamaian, yang, bagaimanapun, hanya akan mungkin jika semua pasukan Armenia menarik diri dari wilayah tersebut.
"Tentara pertahanan Artsakh menggunakan trik taktis, menciptakan kesan mundur oleh unit Azerbaijan . Musuh berusaha menduduki posisi yang ditinggalkan dan terjebak. Serangan artileri yang kuat menghancurkan sebagian besar unit Azerbaijan. Musuh meninggalkan 200 KIA (killed in action) dan melarikan diri," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Armenia, Shushan Stepanyan, via akun Twitter-nya @ShStepanyan.
Pertempuran di Nagorno-Karabakh—wilayah berpenduduk mayoritas Armenia yang dianggap sebagai bagian dari Azerbaijan di bawah hukum internasional, yang menyatakan kemerdekaan dan tetap di bawah kendali Yerevan sejak gencatan senjata tahun 1994-pecah seminggu yang lalu. (Baca: Perang Terus Bekecamuk, Armenia Merudal Mingachevir Azerbaijan )
Armenia dan Azerbaijan saling menyalahkan atas pecahnya konflik. Kedua negara pecahan Soviet ini juga saling menuduh satu sama lain menyerang sasaran sipil, sambil secara teratur melaporkan kerugian di pihak musuh dan kemenangan militer mereka sendiri.
Yerevan telah berjanji untuk melakukan segalanya untuk membela etnis Armenia di Nagorno-Karabakh dari serangan Azerbaijan . Sedangkan Baku bersikeras bahwa mereka bekerja untuk perdamaian, yang, bagaimanapun, hanya akan mungkin jika semua pasukan Armenia menarik diri dari wilayah tersebut.
(min)
Lihat Juga :