Azerbaijan Rayakan Mundurnya Sebagian Pasukan Pro-Armenia di Nagorno-Karabakh

Selasa, 06 Oktober 2020 - 08:59 WIB
loading...
Azerbaijan Rayakan Mundurnya...
Sebuah kendaraan tempur lapis baja hancur dalam perang di Nagorno-Karabakh. Foto/Sputnik/Kementerian Pertahanan Azerbaijan
A A A
BAKU - Azerbaijan merayakan mundurnya sebagian pasukan separatis pro-Armenia dari Nagorno-Karabakh . Namun, pihak Armenia mengatakan itu adalah trik taktis yang menewaskan 200 tentara musuh.

Baku bersukacita setelah pasukannya berhasil merebut kembali tiga desa di Nagorno-Karabakh yang sebelumnya dikuasai pasukan separatis pro-Armenia. (Baca: Azerbaijan: Jika Ingin Gencatan Senjata, Armenia Harus Minta Maaf )

"Hari ini, Tentara Azerbaijan telah membebaskan desa Shikhali Agali, Sarijali dan Mezre di distrik Jabrayil dan beberapa ketinggian strategis ke arah yang berbeda. Operasi sukses tentara kita yang mulia sedang berlangsung. Karabakh adalah Azerbaijan!," tulis Presiden Azerbajan Ilham Aliyev via akun Twitter-nya, @presidentaz, Selasa (6/10/2020).

Klaim yang bertentangan dari Kementerian Pertahanan Armenia mengatakan bahwa pasukan Nagorno-Karabakh berhasil menerapkan trik taktis pada hari Senin, yang memungkinkannya untuk memberikan kerugian yang signifikan bagi militer Azerbaijan.

Menurut kementerian tersebut, para tentara wilayah sengketa itu meniru taktik mundur dari posisi pertempuran mereka di salah satu area utama di garis kontak. Ketika tentara Azerbaijan masuk untuk menduduki tanah yang mereka pikir telah ditinggalkan, mereka langsung masuk ke dalam perangkap. (Baca: Perang Rudal Semakin Liar dalam Konflik Armenia vs Azerbaijan )

Pihak Armenia bersikeras, unit Azerbaijan menjadi sasaran tembakan artileri intensif dan kehilangan sekitar 200 tentara sebelum sisanya melarikan diri.

"Tentara pertahanan Artsakh menggunakan trik taktis, menciptakan kesan mundur oleh unit Azerbaijan . Musuh berusaha menduduki posisi yang ditinggalkan dan terjebak. Serangan artileri yang kuat menghancurkan sebagian besar unit Azerbaijan. Musuh meninggalkan 200 KIA (killed in action) dan melarikan diri," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Armenia, Shushan Stepanyan, via akun Twitter-nya @ShStepanyan.

Pertempuran di Nagorno-Karabakh—wilayah berpenduduk mayoritas Armenia yang dianggap sebagai bagian dari Azerbaijan di bawah hukum internasional, yang menyatakan kemerdekaan dan tetap di bawah kendali Yerevan sejak gencatan senjata tahun 1994-pecah seminggu yang lalu. (Baca: Perang Terus Bekecamuk, Armenia Merudal Mingachevir Azerbaijan )

Armenia dan Azerbaijan saling menyalahkan atas pecahnya konflik. Kedua negara pecahan Soviet ini juga saling menuduh satu sama lain menyerang sasaran sipil, sambil secara teratur melaporkan kerugian di pihak musuh dan kemenangan militer mereka sendiri.

Yerevan telah berjanji untuk melakukan segalanya untuk membela etnis Armenia di Nagorno-Karabakh dari serangan Azerbaijan . Sedangkan Baku bersikeras bahwa mereka bekerja untuk perdamaian, yang, bagaimanapun, hanya akan mungkin jika semua pasukan Armenia menarik diri dari wilayah tersebut.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
Negara Mayoritas Islam...
Negara Mayoritas Islam Ini Sangkal Jadi Markas Pasukan Elite Israel untuk Perang Melawan Iran
Terungkap, Israel Kerahkan...
Terungkap, Israel Kerahkan Pasukan Elite ke Azerbaijan untuk Perang Melawan Iran
Rusia Ancam Armenia:...
Rusia Ancam Armenia: Tak Lagi Dipasok Minyak Murah Jika Nekat Gabung Uni Eropa!
Ali Ungkap Kondisi Mencekam...
Ali Ungkap Kondisi Mencekam di Teheran sebelum Dievakuasi ke Indonesia via Azerbaijan
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Presiden Venezuela Terenyuh...
Presiden Venezuela Terenyuh Puluhan Negara Bantu Cari Korban Gempa, Nyaris 2.000 Orang Tewas
Rekomendasi
Panggil Legislator yang...
Panggil Legislator yang Diduga Intimidasi Dokter Icha, Golkar Siapkan Sanksi
Raisa Diduga Jalan Bareng...
Raisa Diduga Jalan Bareng Chef Asal Prancis di Tokyo, Netizen Bahas Finansial sang Pria
Top Up Game di VCGamers...
Top Up Game di VCGamers Dijamin Murah, Aman dan Cepat
Berita Terkini
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved