Jejak Kaki Manusia Berusia 120 Ribu Tahun Ditemukan di Arab Saudi
Senin, 05 Oktober 2020 - 04:55 WIB
loading...
A
A
A
Selain jejak kaki manusia, ditemukan pula jejak kaki gajah dan hewan lain, serta 233 fosil. Saat itu, jazirah Arab terdiri dari gurun luas yang tidak akan dapat dihuni oleh manusia purba dan hewan yang mereka buru.
Namun, selama dekade terakhir, para peneliti telah menemukan bahwa daerah tersebut mengalami kondisi yang jauh lebih hijau dan lembab karena variasi alami dalam iklim.
(Baca: Banyak Kawin Silang, Gen Manusia Purba Afrika Paling Rumit )
"Pada waktu-waktu tertentu di masa lalu, gurun yang mendominasi bagian dalam semenanjung berubah menjadi padang rumput yang luas dengan danau dan sungai air tawar permanen," ungkap Richard Clark-Wilson, dari Royal Holloway, Universitas London.
Sementara itu, Michael Petraglia, dari Max Planck Institute untuk Ilmu Sejarah Manusia, mengatakan kehadiran hewan besar seperti gajah dan kuda nil, bersama dengan padang rumput terbuka dan sumber daya air yang besar, mungkin telah membuat Arabia utara menjadi tempat yang sangat menarik bagi manusia yang bergerak di antara Afrika dan Eurasia.
Namun, selama dekade terakhir, para peneliti telah menemukan bahwa daerah tersebut mengalami kondisi yang jauh lebih hijau dan lembab karena variasi alami dalam iklim.
(Baca: Banyak Kawin Silang, Gen Manusia Purba Afrika Paling Rumit )
"Pada waktu-waktu tertentu di masa lalu, gurun yang mendominasi bagian dalam semenanjung berubah menjadi padang rumput yang luas dengan danau dan sungai air tawar permanen," ungkap Richard Clark-Wilson, dari Royal Holloway, Universitas London.
Sementara itu, Michael Petraglia, dari Max Planck Institute untuk Ilmu Sejarah Manusia, mengatakan kehadiran hewan besar seperti gajah dan kuda nil, bersama dengan padang rumput terbuka dan sumber daya air yang besar, mungkin telah membuat Arabia utara menjadi tempat yang sangat menarik bagi manusia yang bergerak di antara Afrika dan Eurasia.
(esn)
Lihat Juga :