Lebih Kental Atmosfir Kebersamaannya
Minggu, 04 Oktober 2020 - 23:04 WIB
loading...
A
A
A
“Inilah khasnya kalau di Swiss, ada tambahan tari-tarian atau musik, serta makan makan,” imbuh Desak. Kebersamaan dalam merayakan Galungan dan Kuningan, imbuh Desak, lebih terasa di Swiss. Di Bali, katanya, makan-makan ya di rumah saja.
(Baca: Ribuan Umat Hindu Rayakan Galungan di Pura Agung Jagatnatha, Bali )
Komunitas Hindu Darma Bali di Swiss berjumlah sekitar 200 orang. Dari pantauan Koran Sindo, komunitas ini terlihat rukun dan semarak. Meskipun tidak memiliki organisasi yang resmi, komunitas ini rutin menyelenggarakan kegiatan keagamaannya. Jika tidak bersama-sama di gedung besar, mereka biasanya melaksanakannya di halaman rumah pribadi, dengan tamu teman dekatnya.
“Covid 19 juga membatasi kami melaksanakan secara bersama dalam jumlah tertentu,” kata Komang Suherman. Setelah new normal, pembatasan yang ketat, mulai di longgarkan di Swiss. Kini, mereka agak bebas kumpul bersama, termasuk melaksanakan upacara Galungan dan Kuningan.
(Baca: Ribuan Umat Hindu Rayakan Galungan di Pura Agung Jagatnatha, Bali )
Komunitas Hindu Darma Bali di Swiss berjumlah sekitar 200 orang. Dari pantauan Koran Sindo, komunitas ini terlihat rukun dan semarak. Meskipun tidak memiliki organisasi yang resmi, komunitas ini rutin menyelenggarakan kegiatan keagamaannya. Jika tidak bersama-sama di gedung besar, mereka biasanya melaksanakannya di halaman rumah pribadi, dengan tamu teman dekatnya.
“Covid 19 juga membatasi kami melaksanakan secara bersama dalam jumlah tertentu,” kata Komang Suherman. Setelah new normal, pembatasan yang ketat, mulai di longgarkan di Swiss. Kini, mereka agak bebas kumpul bersama, termasuk melaksanakan upacara Galungan dan Kuningan.
(esn)
Lihat Juga :